News Update

Menilik “Sepak Terjang” Dirut PT KAI, Didiek Hartantyo

Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah merombak jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (Persero). Hal itu tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN bernomor SK-142/MBU/05/2020, Jumat, 8 Mei 2020.

Dari hasi rombakan itu, nama Didiek Hartantyo diangkat sebagai Direktur Utama, menggantikan Edi Sukmoro.

Namun siapakah sosok Didiek Hartantyo sebenarnya?

Nama Didiek Hartantyo sebetulnya bukan orang baru di perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dia pernah menjabat berbagai posisi di perusahaan BUMN, salah satunya di PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri). Sehingga tidak heran, dengan kualitas yang sangat teruji, dia bisa menduduki posisi orang no 1 di PT KAI.

Seperti diketahui, Pria kelahiran Jakarta 1961 ini merupakan lulusan Universitas Sebelas Maret, Surakarta, pada 1985. Dia menyelesaikan Program MBA di Daniel School of Business, University of Denver, USA pada 1993-1995.

Di PT KAI sendiri, sebelum ditunjuk menjadi Dirut, ia menjabat sebagai Direktur Keuangan sejak Februari 2016.

Megutip situs linkedIn, Didiek Hartantyo juga pernah meniti karir di PT Bank Mandiri sebagai Senior Vice President sejak Oktober 2009 – Febuari 2011, dan berlanjut sebagai Executive Vice President sejak Febuari 2011 hingga Januari 2016. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

26 mins ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

1 hour ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

2 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

2 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

3 hours ago

Bangkrut Akibat Kredit Macet, Bank Ayandeh Iran Tinggalkan Utang Rp84,5 Triliun

Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More

3 hours ago