Singapura – Lembaga keuangan besar seperti Morgan Stanley dan Goldman Sachs, Wells Fargo dan A.S. Bancorp, Bank of America, Citigroup, dan JPMorgan memiliki cara yang mirip-mirip dalam pengelolaan. Secara umum, mereka mengelola banknya dengan sangat baik, yakni, bagaimana mengelola pendapatan terus meningkat, mendapatkan margin yang besar, dan kemampuan mengelola bank dengan sangat efisien.
Ditengah perlambatan bisnis seperti saat ini, beberapa bank mengambil kebijakan yang hampir sama, meningkatkan fee based (kenaikan pendapatan dari biaya administrasi bank), mengurangi jumlah cabang, dan mengurangi karyawan. Langkah ini efektif membantu bank dalam mengendalikan pengeluaran.
Frankel, salah satu pengamat yang juga adalah pemegang saham Bank of America mengatakan, dalam kasus Bank of America misalnya. Bank ini telah menutup sekitar 113 cabangnya hingga tahun ini. “Inilah sebabnya mengapa pendapatan bank ini terlihat meningkat. Salah satunya adalah karena biayanya yang menurun drastis” terang Frankel.
Kendati demikian, bukan berarti bank tidak memiliki masalah. Sebab, tetap ada catatan seperti adanya gagal bayar, teruatama untuk bisnis kartu kredit.
Faktanya, banyak ahli yang mengatakan bahwa hutang kartu kredit tengah berada pada rekor tertinggi, bahkan sebelum krisis keuangan terjadi.
Atas dasar ini, didapatkan kesimpulan, mengapa Bank-bank di posisi puncak tergambarkan memiliki kekuatan yang super? Maka jawabannya adalah, ada tiga hal kunci yang membuat bank-bank ini tumbuh, yakni pendapatan yang terus meningkat, margin yang tinggi, dan operasional yang efisien.(*)
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More