Categories: Perbankan

Mengintip Raihan Laba Bank Mandiri dan BCA

Jakarta–PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau Bank Mandiri dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) sepanjang 2015 lalu diproyeksikan masih mengantongi pertumbuhan profit di atas 5%.

Sepanjang tahun 2015 laba bersih nonkonsolidasi nonaudit BMRI diperkirakan mencapai Rp20 triliun tumbuh 7% year on year (yoy).

Analis Mandiri Sekuritas Tjandra Lienandjaja mengungkapkan Berdasarkan hasil kinerja 9M15, laba nonkonsolidasi itu berporsi 99% dari laba konsolidasi dan tidak melihat adanya perubahan signifikan pada akhir tahun.

Beradasarkan kinerja bulanan, pada Desember 2015 mengalami kinerja yang kuat yaitu dengan pendapatan bunga bersih naik 30% yoy dan pendapatan nonbunga naik 25% yoy. Pertumbuhan kredit tumbuh dengan kuat yaitu 13% yoy dibandingkan pertumbuhan 11% yoy pada November.

NIM diproyeksikan tumbuh mencapai 7% pada Desember 2015 dan beban provisi mencapai rekor yaitu sebesar Rp10,2 triliun pada 2015, naik 142% secara setahunan.

“Kami memprediksi Bank Mandiri melakukan write-off sekitar Rp5,9 triliun pada 2015, dengan level provisi mencapai 3,8% dari total kredit,” kata Tjandra. Sementara beban operasional masih dalam kendali. Rasio beban terhadap laba masih terjaga di 40% pada 2015, turun dari 43% pada 2014.

Sementara BCA, diperkirakan membukukan laba bersih nonkonsolidasi nonaudit 2015 Rp17,5 triliun.

“Meskipun demikian, dengan laba non-konsolidasi berporsi 97% berporsi dari laba konsolidasi 9M15, kami memprediksi BBCA akan membukukan laba konsolidasi sekitar Rp18 triliun ketika diumumkan pada awal Maret,” tambah Tjandra. Dari sisi liabilitas, pertumbuhan masih tetap lambat dengan pertumbuhan total dana pihak ketiga (DPK) 6% yoy, LDR kotor naik menjadi 82% pada Desember 2015 dari 80% pada November 2015.

NIM diperkirakan membaik menjadi 7,1% pada Desember 2015, dan beban provisi mencapai Rp1,1 triliun pada Desember 2015 dan menjadi beban provisi bulanan tertinggi. Rasio beban terhadap laba masih terjaga sebesar 44%. (*) Ria Martati

Paulus Yoga

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

49 mins ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

6 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

6 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

6 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago