Analisis

IMF Tekankan Pentingnya Kesiapan Negara Hadapi Ekonomi Digital

JakartaInternational Monetary Fund (IMF) mengingatkan seluruh pelaku ekonomi di seluruh negara untuk siap dalam menghadapi ekonomi digital dan juga revolusi industri 4.0 yang terjadi di seluruh dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde saat memaparkan materinya pada High Level Conference bertajuk New Growth Models in a Changing Global Landscape yang diselenggarakan bersama oleh BI dan IMF, di Hotel Fairmont Jakarta.

“Kita perlu memastikan bahwa ekonomi digital bukan hanya mendorong untuk produktivitas dan pertumbuhan, tapi juga juga merupakan fondasi bagi dunia, tanggung jawab bersama kita adalah membantu menciptakan ekonomi yang lebih cerdas, ekonomi yang lebih adil,” ungkap Lagarde di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa 27 Febuari 2018.

Dirinya juga mengimbau kepada seluruh pelaku ekonomi dunia untuk mempersiapkan infrastruktur penunjang ekonomi digital untuk terus menumbuhkan perekonomian global.

Dalam kesempatan tersebut, Lagarde juga memuji perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Dirinya menilai, ekonomi digital Indonesia sudah berkembang pesat, hal tersebut tercermin dari 1.700 startup yang telah tercipta untuk mendukung perekonomian nasional.

Baca juga: Hadapi Ekonomi Digital, Pemerintah Diminta Tetapkan Regulasi Fleksibel

“Mengelola transisi digital ini tentu akan menjadi hal yang utama bagian dari jawaban untuk menciptakan peluang bagi setiap orang,” tambah Lagarde.

Sebagai informasi, High Level Conference bertajuk New Growth Models in a Changing Global Landscape ini merupakan bagian dari Voyage to Indonesia, yaitu rangkaian kegiatan untuk mempromosikan Indonesia menjelang pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group (AM IMF-WBG) 2018 di Nusa Dua, Bali. AM IMF-WBG 2018 diperkirakan akan menghadirkan sekitar 15.000 pengunjung ke Indonesia, yang berasal dari tokoh dan praktisi bidang ekonomi, organisasi, serta media massa internasional. (*)

Suheriadi

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

6 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

11 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

11 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

11 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

11 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

11 hours ago