Ilustrasi: BSU tahap I untuk para pekerja cair hari ini, 24 Juni 2025. (Foto: istimewa)
Jakarta – Menyambut Hari Raya Idul Fitri, para pekerja biasanya mendapatkan tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan atau pemberi kerja. Banyak pekerja yang masih keliru dalam menggunakan THR, dan cenderung menghabiskan seluruh dana THR untuk keperluan hari raya.
Dana THR yang diperoleh dari tempat bekerja, seharusnya dapat dikelola dengan bijak agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hari raya dan tidak mengganggu kebutuhan bulanan. Ada beberapa tips bagi para pekerja dalam mengelola THR nya.
Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat anggaran dan skala prioritas. Menurut Head of Wealth Management & Digital Retail Business Bank Commonwealth Ivan Jaya, idealnya dana THR yang digunakan untuk keperluan hari raya tidak dihabiskan seluruhnya.
Dirinya menyarankan agar sekitar 20 persen sampai dengan 50 persen dana THR bisa ditabung atau diinvestasikan. “Dalam pengelolaan THR, kebutuhan untuk hari raya harus diprioritaskan, seperti pembayaran zakat dan kebutuhan tradisi mudik. Namun, jangan dihabiskan semuanya,” ujarnya.
Sementara sisa dana THR, kata dia, bisa dimanfaatkan untuk membayar utang dan ditabung. Tabungan ini bisa digunakan untuk kebutuhan pengeluaran tahunan seperti pembayaran PBB, pajak kendaraan, atau qurban saat hari raya Idul Adha yang akan datang.
“Atau dana THR ini dapat juga diinvestasikan dan jangan diambil untuk kebutuhan masa depan,” ucap Ivan.
Ivan menyarankan agar masyarakat mulai terbiasa untuk menyisihkan dana investasi untuk memiliki masa depan yang aman. Sehingga jika menerima dana bonus tidak serta-merta berhasrat untuk membeli kebutuhan konsumtif yang sifatnya hanya untuk kepuasan diri sementara.
Ivan juga meminta para pekerja, sebisa mungkin pendapatan tahunannya digunakan untuk pengeluaran tahunan dan pendapatan bulanan untuk pengeluaran bulanan. Idealnya, jumlah yang diinvestasikan adalah 50 persen dari dana THR.
Namun, kini investasi tidak lagi membutuhkan uang yang banyak. Hanya dengan uang Rp100 ribu saja, masyarakat sudah bisa berinvestasi di reksa dana. Bank Commonwealth sendiri memiliki lebih dari 50 produk reksa dana di antaranya adalah Manulife Saham Syariah Asia Pacific (USD), Schroder Syariah, dan BNP Paribas Pesona Syariah. (*)
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More