Categories: Analisis

Menengok Industri Penjaminan Di Luar Negeri

Di negara-negara maju seperti Jepang, Korea Selatan dan negara-negara Uni Eropa, penjaminan kredit tidak hanya diberikan kepada usaha yang telah establish, tetapi juga kepada usaha baru. Achmad Fuad.

Jakarta–Industri penjaminan pertama kali dibentuk di Eropa pada  1848 melalui metode guarantee fund (dana penjaminan). Pada tahun tersebut, guarantee fund yang dimaksud merupakan jaminan mutual (timbal balik) yang dikelola oleh sekelompok pengusaha yang disokong oleh dana mereka sendiri yang menyediakan jaminan kredit satu sama lain. Dalam perkembangannya, kini menjadi lembaga keuangan yang mandiri.

Saat ini, terdapat sekitar 2.250 sekma penjaminan ddi seluruh dunia yang dilaksanakan di hampir 100 negara. Hampir semuanya lembaga tersebut bermuara pada pemberian dukungan akses kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Diding S. Anwar, Direktur Utama Perum Jamkrindo mengungkapkan, hingga saat ini, negara-negara maju terus mengembangkan sektor UMKM sebagai pilar perekonomiannya dengan cara memajukan industri penjaminan.

“Di Jepang, Khttp://infobanknews.com/wp-admin/post-new.phporea, dan negara-negara Uni Eropa, industri penjaminan menjadi syarat dan garda terdepan dalam mengangkat perekonomian. Disana, lembaga keuangan cukup sulit memberikan akses permodalan UMKM jika mendapatkan penjaminan dari industri penjaminan ” terang Diding yang juga adalah Ketua Umum Asippindo.

Di Jepang, terdapat 52 perusahaan penjaminan disetiap provinsi. Konsepnya adalah meengasuransikan jaminan dalam rangka memitigasi risiko penjaminan. Kepemilikannya dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah Jepang. Di Jepang, mereka memiliki sistem database untuk memantau perkembangan UMKM.

Korea Selatan memiliki jumlah perusahaan penjaminan yang lebih sedikit dari jepang, yakni tiga institusi penjaminan kredit. Ketiganya bersifat non profit dan memiliki prioritas kepada UMKM yang berbasis information technology (IT). Di Jepang UMKM tidak membutuhkan agunan fisik untuk mendapatkan kredit dari perbankan. Seperti juga Jepang, Korea juga memiliki database UMKM yang valid.

Di Malaysia, penjaminan kredit diperankan oleh Credit Guarantee Corporation (CGC).  Kepemilikan CGC sebesar 79,3% dimiliki oleh Bank Negara Malaysia (BNM), sementara 20,7% dimiliki oleh bank umum dan perusahaan keuangan. Penjaminan kredit di negara ini diperuntukkan bagi usaha baru, usaha yang didirikan oleh pengusaha muda, franchising, promosi ekspor, memperbaharui mesin dan alat produksi.

Kemudian di Thailand, penjaminan kredit diselenggarakan oleh Small Industry Credit Guarantee (SICGC). SICGC dimiliki oleh Menteri Keuangan, dan sejumlah lembaga keuangan. Adapula perusahaan penjaminan yang dimiliki oleh Thai Bankers Association dan Krung Thai Bank PLC. Penjaminan di negara ini berlaku bagi semua jenis usaha.

Di Indonesia, penjaminan dilakukan oleh Perusahaan Umum jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo). Perum Jamkrindo merupakan Badan yang dimiliki oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dua perusahaan swasta, satu perusahaan penjaminan syariah dan 15 lembaga jaminan kredit daerah yang semuanya tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo).

Apriyani

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

2 mins ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

26 mins ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

26 mins ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

41 mins ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

4 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

7 hours ago