Jakarta – Hari Purnomo adalah seorang bankir. Kariernya berkembang di Bank Rakyat Indonesia (BRI) hingga menduduki kursi Corporate Secretary lalu Kepala Wilayah sebelum pada 2023 mendapatkan tugas sebagai Direktur Utama Jamkrindo Syariah. Dia memiliki hobi unik yaitu menjelajahi malam gelap di hutan lebat dan makam tua nan angker.
“Sejak SMP dan SMA saya sudah suka pergi berziarah dan mendatangi petilasan tokoh-tokoh religi. Setelah lulus dan bekerja, saya mulai naik gunung dan petilasan, sendirian atau bersama teman-teman pencinta alam,” ujar Hari Purnomo kepada Karnoto Mohamad dari Infobank seperti dikutip Majalah Infobank, 572 Desember 2025.
Berbagai pengalaman aneh biasa dialami. Mulai dari bertemu dengan makluk-makluk yang tak khasat mata hingga mendapatkan pusaka “berkhodam” dari alam lain. Seperti sore itu, 14 November 2025, ketika dia bersama lima rekannya menyambut malam di Pantai Parang Ireng, Alas Purwo, Banyuwangi, yang terkenal angker.
Baca juga: Kisah dan Relasi Keris Kiai Sengkelat dengan Ketua LPS
Malam pekat tanpa rembulan telah datang ketika Hari Purnomo bersama lima rekannya telah usai melaksanakan Sholat Magrib yang dilanjutkan dengan berdzikir. Di tengah suara dzikir ustad Wahyudi dan deburan ombak, terdengar lamat-lamat suara aneh.
“Saya seperti mendengar suara derap kaki kuda,” ujar Dwi Julianto setengah berbisik setelah sesi dzikir berakhir.
Esoknya, Hari Purnomo dan rekan-rekannya menuju Goa Istana, yang berjarak 1,5 kilomoter dari Pantai Pancur. Dari 44 gua yang ada di Alas Purwo, Goa Istana paling mudah diakses dan banyak dikunjungi wisatawan.
Saat melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, tanpa sengaja rombongan bertemu dengan Mbah Makhrus, “sang penakluk” Alas Purwo. Makhrus pernah hidup di dalam Alas Purwo selama satu tahun tanpa bekal apapun, selain pakaian dan sarung yang menempel di badannya.
Dari 44 gua yang ada di Alas Purwo, Goa Istana paling mudah diakses dan banyak dikunjungi wisatawan. Saat melakukan perjalanan dengan berjalan kaki, tanpa sengaja rombongan bertemu dengan Mbah Makhrus, “sang penakluk” Alas Purwo, yang pernah tinggal di dalam Alas Purwo selama satu tahun tanpa bekal apapun, selain pakaian dan sarung yang menempel di badannya.
Dalam perjalanan ke tempat yang dianggap angker, Hari Purnomo jarang merasa takut, tapi tetap merasa harus berhati-hati. Dari hobinya menjelajahi malam gelap dan menguji nyali di tempat-tempat angker, Hari memetik banyak pelajaran dan filosofi yang sangat berguna dalam mendukung pekerjaan sebagai profesional di sektor jasa keuangan yang tengah dilakoninya selama 33 tahun.
Seperti benda pusaka yang memiliki khodam, begitu juga manusia Hari menganalogikan sebuah keris pusaka yang memiliki khodam atau energi.
Baca juga: Pemberian Keris Prabowo ke Jokowi, Roy Suryo Kupas Makna Simboliknya
“Di dunia modern saat ini, setiap orang juga harus memiliki khodam atau energi yang tidak terlihat tapi bisa dirasakan yaitu inner capital atau soft competence, sehingga ada keunggulan yang tidak keliatan tetapi pancaran aktivitasnya bisa dirasakan,” ujar Hari yang pernah menjadi Kepala Kantor Wilayah BRI Bandar Lampung ini.
Lalu khodam apa yang harus dimiliki seorang pemimpin agar bisa menjalankan tugasnya dengan baik? Bagaimana memperkuat khodam bisnis penjaminan agar ekosistem sektor keuangan dan perbankan terus tumbuh sehat dan berkelanjutan? Baca selengkapnya di Majalah Infobank Nomor 572 Desember 2025!
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More