Ekonomi dan Bisnis

Mendorong Peluang Industri Event di 2023 Lewat Gelaran IVES

Jakarta – Industri event managemen di Indonesia didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Indonesia Event Management Summit (IVES) 2023 dengan tema “Connecting Adapting to Elevate” yang merupakan pertemuan akbar pertama di Indonesia dalam industri event management.

IVES edisi pertama tahun 2023 akan memfokuskan pembahasan pada empat topik utama yaitu, pertama, keterkaitan dengan semangat etos kerja dan kemitraan. Kedua, edukasi dan pemberdayaan. Ketiga, adaptasi dan pemanfaatan kemajuan teknologi. Terakhir, dukungan dari pihak pemerintah.

Harryadin Mahardika, penasehat IVES 2023 mengatakan, potensi industri event management di 2023 akan lebih besar dibandingkan dengan 2019 atau tumbuh dua sampai tiga kali lipat. Meskipun adanya inflasi yang tinggi, namun pasar domestik Indonesia masih cukup besar.

“Melihat pariwisata di Indonesia memiliki 10 destinasi unggulan yang di 2019 belum terhitung, jadi pastinya di 2023 akan menjadi besar dan banyak kegiatan di destinasi tersebut. Selain itu potensi di private sektor sangat besar, karena terhentinya pemasaran selama pandemi mereka harus mengambil kesempatan untuk mengembalikan positioning brand-nya dengan mengadakan event, sehingga akan berlipat. Belum lagi ditambah dengan kegiatan-kegiatan pemerintah yang akan mulai ramai,” ungkap Harryadin Mahardika, Kamis, 5 Januari 2023.

Seperti diketahui, sejak pandemi Covid-19 melanda, industri event management yang paling terpengaruh dampaknya. Perekonomian pelaku usaha industri event management semakin lesu dan baru mulai bangkit kembali pada pertengahan 2022 lalu.

“Membuka jejaring antara pegiat event pada IVES ini memang telah menjadi impian bagi banyak pihak, bukan hanya kami selaku Event Organizer saja, tetapi juga korporasi maupun pihak pemerintah yang akan mendapatkan kesempatan untuk terjadinya kolaborasi antara para pelaku industri kreatif,” ujar Harry Santoso, Penasehat IVES 2023.

Sehingga, IVES diharapkan dapat menjembatani industri event management untuk segera pulih. Andro Rohmana Putra, Project Director IVES juga mengungkapkan, industri ini akan lebih cepat dalam pemulihan dibandingkan dengan sektor lain.

“Secara general, event sudah pasti pertumbuhannya akan lebih tinggi dari rata-rata GDP, karena ekonomi sudah mulai recovery salah satu industri yang membutuhkan recovery lebih cepat yaitu industri manufaktur, ritel, dan sebagainya. Sehingga, perlu mengedukasi lagi konsumen agar mengingkatkan daya beli, itu semua langkah pertamanya adalah bikin event, untuk itu industri event ini akan recover paling cepat karena industri dibelakangnya butuh kita,” jelas Andro.

Target dari kegiatan IVES ini yaitu sebanyak 2.000 orang secara hybrid yang setidaknya menghasilkan Rp20 miliar. Tapi, disamping itu Andro menganalogikan perputaran dari dampak setelah IVES ini yaitu, jika 2.000 orang tersebut yang berasal dari 514 Kabupaten di Indonesia, dalam satu kegiatan event kecil yang diinisiasi daerah itu bisa menghasilkan perputaran Rp2 miliar, kemudian dikalikan dengan 514 Kabupaten itu sudah bisa menghasilkan Rp1 triliun.

“Itu hanya event kecil, belum lagi jika ada event berskala medium dan besar. Harapannya IVES ini dapat memberikan wadah berbagi dan inspirasi untuk teman-teman yang ada di seluruh Indonesia melalui para praktisi,” pungkas Andro.

Sebagai informasi, IVES akan digelar di Jakarta secara hybrid selama dua hari pada tanggal 16-17 Februari 2023. Tiket pre-sale IVES bisa didapatkan melalui website ives mulai tanggal 7 Januari – 14 Februari 2023. Difasilitasi oleh Konect platform, acara ini diusung dengan format edukasi summit yang terdiri dari 50 menit secara konferensi atau diskusi panel, 30 menit demo teknologi tata panggung, masterclass terbatas selama 4 jam dan setelahnya aka nada after-party atau panggung hiburan yang memungkinkan peserta untuk saling berkenalan lebih lanjut atau bertukar kartu nama. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

11 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

12 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

15 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

18 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

23 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

23 hours ago