Nasional

Mendes Ajak Mahasiswa RI di Australia Membangun Desa

Melbourne – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengajak mahasiswa Indonesia yang berada di Australia untuk bisa terlibat dalam pembangunan desa.

Dalam acara Australia Indonesia Business forum (AIBF) 2018 di Monash University Melbourne (21/4), memberikan motivasi kepada para mahasiswa Indonesia yang tengah menuntut ilmu di negeri Kanguru tersebut agar sukses, sehingga saat kembali ke Indonesia bisa ikut berkontribusi membangun desa.

“Masih banyak potensi desa yang perlu digali dan dikembangkan. Dan itu membutuhkan tenaga-tenaga ahli. Karena itu, Anda semua nantinya sangat dibutuhkan di desa,” ujar Menteri Eko dalam keterangannya, yang diterima di Jakarta, Sabtu, 21 April 2018.

Belakangan pihak Kemendes PDTT terlihat memang terbilang aktif dalam menjalin komunikasi dengan pihak kampus dalam meningkatkan pembangunan di desa. Apalagi Dana Desa yang sudah bergulir di Indonesia sejak 2015 kini mendapat apresiasi dari dunia.

Lebih lanjut dirinya menyebutkan, sedikitnya ada 13 negara yang di antaranya dari Asia Pasifik akan mengusulkan ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mewajibkan seluruh negara berkembang menerapkan program dana desa.

Baca juga: Rawan Penyimpangan, Ini Cara Mendes Kawal Pemanfaatan Dana Desa

“Perubahan itu telah ditinjau secara langsung oleh negara-negara seperti dari Asia Pasifik. Dengan diakui oleh dunia, sudah seharusnya PBB mewajibkan program dana desa di seluruh negara berkembang,” ucapnya.

Salah satu negara yang belum lama ini mengirimkan delegasinya ke Indonesia adalah Malaysia. Kedatangannya ke Indonesia ingin mengetahui secara langsung program dana desa di Indonesia.

“Menteri Kemajuan Luar Bandar Malaysia telah datang ke Indonesia dan telah mengirimkan puluhan delegasinya agar belajar ke Indonesia untuk menerapkannya di Malaysia. Padahal desa-desa di Malaysia itu lebih maju dari pada desa di Indonesia. Saya beberapa kali juga diminta untuk berdiskusi terkait program dana desa di sejumlah negara,” imbuh dia.

Meskipun diakui dunia, dirinya menyampaikan, bahwa masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan dalam membangun desa. Diperlukan partisipasi para mahasiswa untuk membantu membangun desa.

“Mahasiswa yang merupakan calon pemimpin, ke depannya ini sudah seharusnya berpikir untuk mencari solusi di setiap persoalan program dana desa. Jangan mencari persoalan di setiap solusi. Kalau kalian berpikir begitu. Insya allah para mahasiswa dapat merubah dunia ini,” tutupnya. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Kredit UMKM Diprediksi Tumbuh Maksimal 5 Persen, Program MBG Bisa jadi Penopang

Poin Penting Kredit UMKM diproyeksikan hanya tumbuh 4-5% pada 2026, karena pertumbuhan sektor UMKM belum… Read More

6 mins ago

Strategi Danantara Genjot Kinerja Garuda Indonesia di 2026

Poin Penting Danantara menjadikan 2025 sebagai fase penguatan fundamental Garuda Indonesia, dan 2026 sebagai tahap… Read More

12 mins ago

Laba Bersih Astra International (ASII) Turun jadi Rp32,76 T, Ini Penyebabnya

Poin Penting Laba bersih Astra International turun 3,34% menjadi Rp32,76 triliun pada 2025, seiring pendapatan… Read More

28 mins ago

Askrindo dan HIPMI Hadirkan Akses Perlindungan Asuransi bagi Pengusaha Muda Tarakan

Poin Penting Askrindo Tarakan dan HIPMI Tarakan menandatangani MoU untuk penyediaan layanan asuransi umum, suretyship,… Read More

50 mins ago

Program Biodiesel Diklaim Bikin Negara Hemat Devisa Rp720 Triliun

Poin Penting Biodiesel hemat devisa Rp720 triliun dan turunkan emisi 228 juta ton CO₂ sepanjang… Read More

2 hours ago

Belum Mampu Rebound, IHSG Ditutup Melemah 0,31 Persen di Sesi I

Poin Penting IHSG melemah 0,31% ke level 8.209,32 pada perdagangan sesi I, belum mampu rebound.… Read More

2 hours ago