Daya Beli; Jurang miskin-kaya meningkat. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita seakan ingin menampik isu yang berkembang di masyarakat mengenai penurunan daya beli. Dirinya menilai, hal tersebut kurang benar karena melihat dari pertumbuhan bisnis dari beberapa pusat perbelanjaan dan perusahaan dagang nasional.
“Kita terang-terangan saja, Data yang dibuka dari perusahaan TBK, semua tumbuh,” ungkap Enggartiasto saat konferensi pers soal Nota Keuangan dan RAPBN 2018 di Kantor Ditjen Pajak Pusat, Jakarta, Rabu, 16 Agustus 2017.
Dirinya menyebut beberapa perusahaan seperti Matahari Deprt Store, Alfamidi, Ace Hardware, dan Ramayana menunjukan angka pertumbuhan bisnis yang sehat dan cenderung meningkat.
“Semua naik. Matahari Departement Store pendapatan naik 10,3 persen laba bersih naik 15 persen. Lalu Alfamidi pendapatan naik 18 perden. Ramayana pendapatannya naik 9 persen bahkan laba bersihnya naik 45 persen. Ace Hardware pendapatan naik 18 persen dan laba bersihnya naik 13 persen,” jelas Enggar.
Dirinya menambahkan, dari perusahaan kelas mewah seperti Mitra Adi Perkasa (MAP) sendiri masih menunjukan pertumbuhan yang sehat dimana mengalami kenaikan pendapatan sebesar 15 persen. “Ini artinya apa? Daya beli masih stabil,” jelas Enggar.
Seperti diketahui, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) angka konsumsi rumah tangga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi selama kuartal kedua 2017 tercatat sebesar 4,95 persen (year on year/yoy), pertumbuhannya cenderung melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 4,94 persen (yoy). (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More