Analisis

Menanti Kepastian Naiknya Suku Bunga The Fed

Jakarta – Kinerja pasar Asia tercatat bervariasi di hari Kamis saat para investor mengevaluasi kembali notulen rapat Federal Open Market Committee Meeting (FOMC Meeting) yang berimbang.

Melihat kondisi tersebut, bagaimana kondisi pasar uang kedepan? Terlebih kebijakan Presiden AS Donald Trump masih menghantui pelaku pasar.

Analis ForexTime Lukman Otunuga, mengungkapkan Isi rapat di FOMC secara keseluruhan gagal memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga di bulan Maret sehingga Rupiah sempat menguat terhadap Dolar AS.

Apabila ketidakpastian Trump dan kurangnya kejelasan mengenai proposal kebijakan fiskal terus menekan USD, maka nilai tukar rupiah terhadap USD dapat kembali bergerak menuju Rp13.280.

Terlebih kondisi pasar yang sedikit melemah dan kembalinya fokus pada risiko politik di Eropa telah memicu penghindaran risiko dan dapat memberi pengaruh pada peningkatan Indeks Harga Saham Gabungan di jangka pendek.

Pasar global sendiri relatif tidak bergerak pada akhir perdagangan beberapa hari lalu setelah notulen rapat Fed yang sedikit hawkish gagal meyakinkan pasar mengenai kenaikan suku bunga di bulan Maret.

Walaupun banyak anggota Fed berulang kali menyuarakan bahwa kenaikan suku bunga mungkin layak dilakukan kembali dalam waktu cukup dekat, Investor dinilainya masih terus dihadapkan pada kurangnya komitmen lini waktu kenaikan dan ketidakjelasan secara umum.

“Ketidakpastian Trump masih menjadi topik utama dan kekhawatiran tentang bagaimana kebijakan Trump akan memengaruhi prospek ekonomi AS terus meningkat, sehingga Fed mungkin terdorong untuk mempertahankan posisi waspada hingga kuartal kedua 2017,” kata Lukman di Jakarta, Jumat, 24 Februari 2017.

Walaupun masih terus ada wacana dari para pejabat hawkish Fed bahwa kenaikan suku bunga mungkin dilakukan di bulan Maret, tampaknya kenaikan tidak mungkin terjadi di bulan Maret dan lebih mungkin dilaksanakan di bulan Juni.

Pasalnya lanjut Lukman, apabila data ekonomi AS berulang kali melampaui ekspektasi dan sektor tenaga kerja menampilkan stabilitas, bank sentral AS mungkin mengejutkan pasar dengan meningkatkan suku bunga di bulan Mei.

Disisi lain minyak WTI mengalami volatilitas tajam di hari Rabu kemarin karena pasar meninjau kembali dinamika permintaan dan penawaran yang menggerakkan pasar minyak global.

Perkembangan di OPEC dan minyak serpih AS membuat harga minyak bergejolak dan kekhawatiran oversuplai masih terus mewarnai situasi.

“Walaupun para anggota OPEC melaksanakan komitmen untuk memangkas produksi dan menstabilkan pasar minyak, ancaman bahwa minyak mentah AS akan mengambil untung dari kesepakatan pemangkasan produksi OPEC terus menjadi kekhawatiran yang dapat menyebabkan kesepakatan produksi ini kacau balau, ” jelasnya.

Sekedar informasi, harga minyak mentah WTI terus tertekan di bawah USD55 pada rentang harian. Komentar terkini dari menteri perminyakan Qatar bahwa sebagian produsen minyak utama tidak mematuhi kesepakatan produksi OPEC membuat harga minyak terpapar risiko kejutan negatif. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

28 mins ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

41 mins ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

1 hour ago

Risiko Bencana Tinggi, Komisi VIII Minta Anggaran dan Sinergi Diperkuat

Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More

1 hour ago

Maksimalkan KUR, Purbaya Berencana Ambil Alih PNM dari Danantara

Poin Penting Menkeu Purbaya berencana membeli anak usaha BRI untuk dijadikan penyalur langsung KUR UMKM,… Read More

2 hours ago

BTN Dukung Program Gentengisasi Prabowo, Fokus Pembiayaan Renovasi dan Sanitasi

Poin Penting BTN dukung penuh program gentengisasi Prabowo melalui penyaluran subsidi renovasi rumah untuk meningkatkan… Read More

2 hours ago