Ilustrasi: Layanan paylater/istimewa.
Oleh Ryan Kiryanto
SALAH satu plaftorm pembiayaan berbasis elektronik atau digital yang saat ini sedang mengglobal adalah buy now pay later (BNPL) atau “beli sekarang bayar nanti”. Menurut laman www.precedenceresearch.com edisi 18 Oktober 2023 lalu, pasar BNPL global akan melonjak menjadi US$9,22 triliun pada 2032 dengan rata-rata pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 29% selama periode perkiraan 2023 hingga 2032.
Pada 2021 lalu saja, Amerika Utara mendominasi pasar, menyumbang lebih dari 30% dari penjualan di seluruh dunia. Ukuran pasar BNPL global menyumbang US$753,53 miliar pada 2022 dan diperkirakan akan mencapai sekitar US$9.226,65 miliar pada 2032.
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More
Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More