Oleh Yazid Bindar, Guru Besar Institute Teknologi Bandung
PELEMAHAN nilai tukar rupiah yang kini menembus angka Rp17.000 per 1 USD telah menyalakan alarm di kalangan pelaku pasar, akademisi, dan publik luas. Kenaikan tajam dari kisaran Rp16.000-an dalam waktu singkat mengindikasikan tekanan serius terhadap perekonomian nasional.
Banyak yang mulai bertanya: apakah ini pertanda bahwa Indonesia sedang menuju krisis moneter kedua, setelah 1998? Apalagi, jika nilai tukar terus melemah dan melintasi angka psikologis Rp20.000 per dolar Amerika Serikat (AS), maka skenario terburuk bisa saja menjadi kenyataan.
Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More
Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More
Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More
Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa memperpanjang penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank BUMN hingga… Read More
Poin Penting Allianz Life Indonesia, HSBC Indonesia, dan AllianzGI Indonesia meluncurkan Smartwealth Dollar Equity Global… Read More