Oleh Chandra Bagus Sulistyo
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dan Presidensi G20 di Bali, beberapa waktu lalu, mengingatkan kembali bahwa ekonomi dunia dilanda ketidakpastian di 2023. Tidak ada yang memprediksi apa yang akan terjadi di 2023. Resesi dimulai dari negara-negara maju, dan merembet ke negara-negara berkembang. Hanya negara-negara yang mempunyai fundamental ekonomi kuat yang bakal selamat dari resesi global.
Saat ini, tanda resesi global terlihat dari adanya kenaikan suku bunga oleh The Fed, yang berpengaruh pada penyusutan likuiditas global, yang dapat memperlambat pemulihan di seluruh kawasan negara dunia. Pengetatan moneter di Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan investor menarik uang mereka keluar dari negara-negara ekonomi berkembang, dan memicu depresiasi mata uang di sebagian besar ekonomi dunia.
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi ke rentang 6.745–6.849, meski skenario terbaik berpeluang menguat… Read More
Poin Penting Program bedah rumah target 400 ribu unit pada 2026. Dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota… Read More
Poin Penting Rokok ilegal merugikan negara hingga Rp25 triliun per tahun Peredaran meningkat, capai 10,8%… Read More
OCTOBIZ merupakan platform digital banking terintegrasi yang dirancang untuk membantu para pelaku usaha dalam mengelola… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun meminta pemerintah transparan soal kesiapan fiskal… Read More