Oleh Chandra Bagus Sulistyo
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dan Presidensi G20 di Bali, beberapa waktu lalu, mengingatkan kembali bahwa ekonomi dunia dilanda ketidakpastian di 2023. Tidak ada yang memprediksi apa yang akan terjadi di 2023. Resesi dimulai dari negara-negara maju, dan merembet ke negara-negara berkembang. Hanya negara-negara yang mempunyai fundamental ekonomi kuat yang bakal selamat dari resesi global.
Saat ini, tanda resesi global terlihat dari adanya kenaikan suku bunga oleh The Fed, yang berpengaruh pada penyusutan likuiditas global, yang dapat memperlambat pemulihan di seluruh kawasan negara dunia. Pengetatan moneter di Amerika Serikat (AS) telah menyebabkan investor menarik uang mereka keluar dari negara-negara ekonomi berkembang, dan memicu depresiasi mata uang di sebagian besar ekonomi dunia.
Poin Penting THR menjadi momentum menata keuangan, mulai dari kewajiban, utang, tabungan, hingga perlindungan finansial.… Read More
Poin Penting BI tetap siaga memantau rupiah selama libur Lebaran, termasuk melalui pasar offshore meski… Read More
Poin Penting BI tidak lagi memberi sinyal penurunan suku bunga akibat meningkatnya risiko global dari… Read More
Kerjasama ini juga membuka ruang bagi pengembangan bisnis terutama inisiatf mendukung program pemerintah dalam pengembangan… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk memperkuat pembiayaan SME syariah sebagai pilar utama pengembangan… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif maksimal LRT Jabodebek sebesar Rp10.000 selama… Read More