Ilustrasi: Pergerakan pasar saham. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Mayoritas bursa saham Asia kemarin berhasil ditutup menguat. Indeks Nikkei (+3.13%), TOPIX (+1.96%), HangSeng (+0.56%) dan CSI300 (+1.93%) naik bersama indeks berjangka ekutias AS.
Sementara Bursa AS pada perdagangan kemarin malam juga ditutup menguat dengan indeks DJIA naik 2,39% dan S&P500 naik 3,06%, disebabkan penyebaran Covid-19 di beberapa kota US mulai menunjukkan perlambatan.
Disisi lain Investor sendiri tengah bersiap untuk mendapat kabar kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2020 yang akan memberikan investor pandangan utama dalam seberapa buruk pukulan krisis kesehatan pandimic coronavirus kepada ekonomi.
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup menguat 82.59 poin kelevel 4706.49 setelah sempat bergerak terkonsolidasi menguat dizona positif menanti hasil hasil rapat dewan gubernur bank indonesia.
Bank Indonesia memotong rasio cadangan bank umum sebesar 2% dan menahan tingkat suku bunga dilevel 4.50%. Bank Indonesia menyatakan rupiah telah undervalue saat ini dan potensi mengalami rebound dan Indonesia memiliki cukup cadangan untuk menjaga pergerakan rupiah.
Melihat hal itu, analis Reliance Sekuritas Indonesia, Lanjar Nafi, mengatakan, secara teknikal IHSG rebound dilevel support FR38.2% dan mencoba kembali menguji upper bollinger bands, sebagai konfirmasi penguatan lanjutan kelevel FR61.8% dikisaran 5000.
Indikator stochastic bergerak mendekati area oversold dengan RSI bullish momentum yang masih sedikit terasa di area middle oscillator.
“Sehingga kami perkirakan IHSG berpeluang menguat dengan support resistance 4590-4830. Saham-saham yang masih dapat dicermati secara teknikal diantaranya; ACES, ADRO, ASRI, BBNI, BBRI, BBTN, BMRI, CPIN, HMSP, KLBF,” jelasnya. (*)
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More