Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra, mengungkapkan bahwa kebijakan pemerintah terkait kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen berpotensi memberikan sentimen negatif terhadap pergerakan rupiah pada hari ini.
“Komentar negatif terhadap kebijakan kenaikan PPN yang berpotensi menurunkan daya beli masyarakat bisa menjadi sentimen negatif untuk pergerakan rupiah hari ini,” kata Ariston saat dihubungi Infobanknews, Senin, 23 Desember 2024.
Meski begitu, Ariston memproyeksikan rupiah masih memiliki peluang untuk menguat ke kisaran Rp16.100 per dolar AS pada perdagangan hari pertama di pekan Natal ini.
“Potensi penguatan rupiah hari ini ke kisaran Rp16.100, dengan potensi resisten di kisaran Rp16.200,” ungkapnya.
Baca juga: Pemerintah Egois! Rupiah Loyo, PPN 12 Persen, Plus Biaya Opsen Kendaraan dan Kebocoran Anggaran 70 Persen
Baca juga: Rupiah Tembus Rp16.300 per Dolar, Begini Respons Airlangga
Baca juga: Nobu Bank Siap Sukseskan QRIS Tap Berbasis NFC di Moda Transportasi Umum
Penguatan tersebut tecermin dari pelemahan indeks dolar AS (DXY), yang pagi ini berada di level 107,80. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pergerakan pada Jumat, 20 Desember 2024, yang mencapai level 108,40.
“Penurunan indeks dolar ini terjadi setelah data indikator inflasi AS yang dirilis di Jumat malam, Core PCE Price indeks MoM bulan November di bawah kenaikan bulan sebelumnya 0,1 persen dibandingkan 0,3 persen,” pungkas Ariston.
Baca juga: IHSG Dibuka Menguat Hampir 1 Persen, Balik Lagi ke Level 7.000
Ia juga menyebutkan bahwa reaksi dolar AS terhadap data inflasi tersebut dapat memberikan ruang penguatan bagi rupiah. (*)
Editor: Yulian Saputra
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More