Ilustrasi: Krakatau Steel masih merugi di Kuartal III-2023/istimewa
Jakarta – PT Krakatau Steel Persero Tbk (KRAS) hingga September 2022 masih terus menunjukan kinerja perusahaan yang mengalami pertumbuhan yang baik, hal tersebut terlihat dari adanya peningkatan laba bersih menjadi USD80,3 juta atau meningkat 134% dari USD59,5 juta di periode tahun lalu.
Kemudian, perusahaan juga mencatatkan EBITDA sebesar USD113,4 juta atau mencapai hingga 98% dibandingkan periode September 2021 yang sebesar USD116 juta, hal tersebut karena kontribusi EBITDA negatif dari KE dan MJIS sebesar USD4,2 juta.
Selain itu, pendapatan perusahaan juga meningkat 14,5% dari USD1,6 miliar menjadi USD1,8 miliar pada periode sebelumnya, peningkatan pendapatan perusahaan tersebut didukung oleh kontribusi kenaikan volume penjualan sebesar 6,9% dan kenaikan harga jual komposit HSM dan CRM sebesar 22,8% dari sebesar USD741/ton menjadi USD910/ton.
Direktur Utama KRAS, Silmy Karim, mengatakan bahwa, untuk ekuitas perusahaan turut meningkat menjadi USD560 juta di September 2022 dari USD522 juta di Desember 2021 atau meningkat 7,3% secara year to date dan saldo kas operasi meningkat menjadi USD138 Juta.
“Jadi performance ini merupakan suatu performance yang tentunya merupakan bagian daripada kinerja yang diperoleh pasca restrukturisasi dan transformasi, kita masih melakukan itu dan tentunya disini harapannya kinerja Krakatau Steel akan semakin baik,” ucap Silmy dalam Public Expose di Jakarta, 30 Desember 2022.
Lebih lanjut, Silmy menjelaskan bahwa perusahaan juga mengalami penurunan variabel cost sebesar 2,2% menjadi USD56/ton dari USD58/ton di tahun sebelumnya. Meski begitu, perusahaan mencatatkan adanya kenaikan biaya SGA sebesar USD108 juta di September 2022 dari USD107 juta di tahun sebelumnya.
Adapun di tahun 2023, perusahaan telah memproyeksikan untuk penjualan akan meningkat sebesar USD1,8 miliar dan diikuti dengan proyeksi pertumbuhan keuntungan atau laba bersih mencapai USD88 juta. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More