Jakarta–Produk asuransi unit link punya potensi bergairah diserbu masyarakat tahun ini. Hal ini seiring mulai membaiknya kondisi pasar modal dalam negeri dan banyaknya masyarakat yang mulai teredukasi akan produk ini.
Seperti diketahui, produk unit link sendiri tidak hanya menyajikan perlindungan, tetapi juga investasi di dalamnya.
“Untuk tahun lalu sendiri kontribusi premi yang berasal dari unit link mencapai Rp72 triliun dan tradisional hanya Rp56 triliun,” kata Ketua Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Assosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Chirstine Setyabudhi diacara unit link award yang diselenggarakan Infobank dan Infovesta di Jakarta, Jumat, 26 Febuari 2016.
Potensi bertumbuhnya produk unit link sendiri juga didukung oleh pernyataan Kepala Divisi Riset Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero yang mengatakan pasar modal Indonesia punya ruang cukup besar untuk bangkit.
Terlebih Poltak mengatakan, Indonesia punya peluang besar mendapat rating investment grade dari Standard & Poor’s pada bulan April.
Dengan peringkat tersebut, otomatis aliran dana dari luar akan deras masuk ke Indonesia, dan pada akhirnya mendorong pasar saham menguat.
“Ini menjadi harapan buat indonesia. Kans Indonesia masuk dalam investment grade 60-70%. Penilaian mereka dilihat dari budget difisit,”kata Poltak.
Lebih jauh jelasnya, performa pasar modal inline atau sejalan dengan kondisi perekonomian, suku bungan dan global.
Dan 2016 jika dilihat dari proyeksi yang ada, target pemerintah masih berada pada jalurnnya. Hal ini terlihat dari mulai membaiknya nilai tukar dan penurunan suku bunga.
“Prospeknya buat ekonomi semakin baik dan pasar modal juga mengikuti. Ini harus dimanfaatkan,” Jelasnya. (*) Dwitya Putra
Poin Penting RUPST Bank Jateng mengangkat Bambang Widiyatmoko sebagai Direktur Utama, menggantikan Irianto Harko Saputro.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup stagnan di zona hijau pada level 8.235,48, dengan 341 saham menguat,… Read More
Poin Penting Target penjualan Rp5,5 triliun pada 2026 ditopang Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.… Read More
Poin Penting PT Bank Digital BCA fokus kredit ritel lewat channeling dengan lebih dari 10… Read More
Poin Penting Pertumbuhan kredit per Januari 2026 mencapai Rp8.416,4 triliun atau tumbuh 10,2 persen yoy,… Read More
Poin Penting BEI dan OJK menyiapkan indeks saham syariah hijau yang ditargetkan terbit pada 2026… Read More