Ilustrasi saham DADA (foto: Ist)
Poin Penting
Jakarta – PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) mencetak laba bersih Rp883 juta pada kuartal III-2025. Angka ini naik 455% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, yakni Rp171 juta.
Lonjakan ini menjadi sinyal pemulihan setelah perusahaan mengalami tekanan pada Kuartal I 2025 dan sepanjang 2024.
Direktur PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan mengatakan, pencapaian impresif tersebut turut mendorong kenaikan laba bersih per saham menjadi Rp 0,119.
Baca juga: Penuhi Janji IPO, Bundamedik Bagi Dividen 30 Persen dari Laba Bersih
Hasil ini, sebut dia, mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan operasional serta perbaikan kinerja proyek yang tengah berjalan.
Kenaikan tajam laba pada kuartal ini juga menjadi titik balik setelah sebelumnya perusahaan mencatat pelemahan kinerja pada awal tahun.
“Kenaikan laba pada Kuartal III 2025 menegaskan kemampuan Perseroan untuk kembali tumbuh setelah periode tantangan pada 2024 dan awal 2025. Kami akan terus menjaga momentum ini untuk memperkuat kinerja hingga akhir tahun,” jelasnya, Kamis, 27 November 2025.
Baca juga: RATU Pede Bisa Kantongi Laba USD14 Juta di Akhir 2025
Ia menambahkan, kinerja Kuartal III-2025 menjadi titik balik penting, setelah sebelumnya Perseroan mencatat penurunan pada Kuartal I 2025 serta pada tahun buku 2024.
Adapun, laba bersih Kuartal I-2025 tercatat Rp204 juta, turun dari Rp246 juta pada periode serupa tahun sebelumnya.
“Lonjakan laba di kuartal ini menjadi indikator kuat atas pemulihan aktivitas operasional, efisiensi biaya, serta peningkatan pendapatan dari proyek-proyek yang berjalan,” jelasnya.
Dengan pencapaian kuat pada Kuartal III, tambahnya, Perseroan optimistis terhadap prospek kinerja hingga akhir tahun 2025, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More
Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More
Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More
Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More
Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More