Melesat 28,5%, Bank BJB Bukukan Laba Rp1,49 Triliun di Semester I-2022

Melesat 28,5%, Bank BJB Bukukan Laba Rp1,49 Triliun di Semester I-2022

Laba BJB
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Bandung – Bank BJB mencatatkan kinerja gemilang disertai dengan meraih laba Rp1,49 triliun pada Semester I-2022 melalui kolaborasi dan inovasi digital. Laba bank bjb tersebut tumbuh 28,5% year on year (yoy) bila dibandingkan dengan capaian tahun lalu diperiode yang sama.

Direktur Utama bank bjb Yuddy Renaldi mengatakan melalui kerja keras dan kerja cerdas disertai komitmen bersama yang dicanangkan saat mengawali 2022 mampu membawa bank bjb mencatatkan pertumbuhan yang baik sampai dengan Triwulan II di tahun 2022 yang diharapkan bersama dapat terus berlanjut positif.

“Bank bjb berhasil mencetak performa positif dan tumbuh lebih tinggi pada Triwulan II tahun 2022 ini berkat kerja keras seluruh insan bank bjb, kepercayaan nasabah serta dukungan penuh pemegang saham,” ujar Yuddy dalam keterangannya, Rabu, 27 Juli 2022.

Di tengah kondisi industri perbankan yang tertekan akibat pandemi, bank bjb konsisten terus mencatatkan kinerja terbaik sampai dengan Triwulan II tahun 2022. Hal ini tercermin dari total aset bank bjb yang tumbuh 14,6% menjadi Rp172,4 triliun atau berada di atas pertumbuhan BPD yakni sebesar 11,7%, dan bahkan lebih baik dari pertumbuhan perbankan nasional yang sebesar 9,2%.

Kredit yang disalurkan termasuk pembiayaan bank bjb juga tumbuh 12,8% menjadi Rp110,2 triliun, atau tumbuh lebih baik dibandingkan dengan BPD yakni sebesar 5,9% dan industri perbankan nasional sebesar 6,7%. “Kualitas kredit bank bjb terjaga dengan sangat baik menjadi 1,1%, masih di bawah BPD sebesar 2,63% maupun industri perbankan nasional sebesar 2,99%.

Dana Pihak Ketiga (DPK) entitas dengan kode saham BJBR di Bursa Efek Indonesia ini juga berhasil naik 14,7% menjadi Rp133,2 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan BPD sebesar 11,5% maupun pertumbuhan industri perbankan nasional sebesar 10%.

“Kinerja positif bank bjb juga didukung oleh neraca yang solid dengan Rasio Pencadangan sebesar 152,9%, Loan at Risk sebesar 6,68%, efisiensi terjaga dengan BOPO 78,4%, dan Fee Based Income yang tumbuh 28,8%,” kata Yuddy.

Di tengah berkembangnya ekonomi digital, bank bjb terus mengembangkan ekosistem yang dimiliki dengan produk dan fitur yang di-enhance dan experience yang terus dikembangkan. Saat ini telah terbentuk ekosistem digital yang meliputi pengguna aplikasi mobile bjb DIGI sebanyak lebih dari 849 ribu pengguna, atau tumbuh hampir 5 kali lipat dari tahun 2020.

QRIS merchant bank bjb juga tumbuh hampir 90 kali lipat dari semula 7.458 merchant di tahun 2020 dan saat ini menjadi lebih dari 655 ribu merchant.

Baca juga : Bank BJB Genjot Performa Layanan Digital Secara Produktif dan Efisien

Agen Laku Pandai melalui bjb BiSA yang saat ini lebih dari 7.500 agen dan kedepannya akan terus dikembangkan melalui skema kerjasama dengan berbagai pihak. Ekosistem digital bank bjb tersebut menyumbang hampir 40% fee base income bank bjb yang tumbuh 28,8% secara year on year.

“Ekosistem keuangan bank bjb dalam konsep branchless bank akan terus dioptimalkan utilitasnya dan dikejar pertumbuhannya hingga menjadi bagian dari kontributor fee based income yang jauh lebih besar di masa yang akan datang,” tutup Yuddy. (*)

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]