Papan layar pergerakan pasar saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026, ditutup berbalik menguat tipis ke level 8.980,23 atau naik 0,05 persen dari posisi pembukaan di 8.975,33.
Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 410 saham terkoreksi, 279 saham menguat, dan 117 saham stagnan.
Sebanyak 58,95 miliar saham diperdagangkan dengan 3,32 juta kali transaksi, dan nilai transaksi Rp27,48 triliun.
Baca juga: IHSG Sesi I Melemah 0,60 Persen, Ditutup di Level 8.921
Meski demikian, seluruh indeks dalam negeri masih tercatat melemah dengan IDX30 turun 1,42 persen menjadi 444,17, JII merosot 0,14 persen menjadi 615,25, Sri-Kehati melemah 2,74 persen menjadi 377,73, dan LQ45 turun 0,72 persen ke 876,12.
Lebih lanjut, mayoritas sektor juga tercatat melemah, dengan sektor industrial turun 3,45 persen, sektor bahan baku merosot 1,43 persen, sektor kesehatan dan sektor keuangan melemah 0,47 persen, serta sektor properti turun 0,12 persen, dan sektor non-siklikal merosot 0,04 persen.
Baca juga: 170 Saham Terkoreksi, IHSG Dibuka di Zona Merah
Sedangkan sektor lainnya bergerak menguat, dengan sektor teknologi naik 2,14 persen, sektor siklikal meningkat 1,72 persen, sektor infrastruktur menguat 1,59 persen, sektor energi naik 1,15 persen, dan sektor transportasi meningkat 0,59 persen.
Sederet saham top gainers di antaranya adalah PT GTS Internasional Tbk (GTSI), PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR), dan PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII).
Sedangkan saham top losers adalah PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Baca juga: Deretan Saham Pemberat IHSG Sepekan, Ada BBCA, AMMN, hingga GOTO
Adapun, tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More
Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More
Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More
Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More
Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More
Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More