Market Update

Melejit 52,9 Persen, Laba Arkora Hydro Jadi Segini Sepanjang 2025

Poin Penting

  • Laba bersih ARKO naik 52,9 persen menjadi Rp63,9 miliar, seiring pendapatan usaha yang melonjak 43,7 persen menjadi Rp343,3 miliar pada 2025
  • Proyek Kukusan 2 mulai beroperasi Februari 2026 dan Proyek Yaentu mendongkrak produksi listrik 56,1 persen menjadi 151,8 MWh, dengan Proyek Tomoni progres 58,8 persen di 2025.
  • Perjanjian PPA Proyek Pongbembe (20 MW) dengan PLN dan enam proyek yang akan beroperasi diprediksi mengurangi ±181.503 ton CO₂eq per tahun, mendukung target Net Zero 2060.

Jakarta – PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) mencatatkan laba bersih Rp63,9 miliar sepanjang 2025, tumbuh 52,9 persen dibanding tahun lalu.

Capaian tersebut disokong oleh pendapatan usaha perseroan yang meningkat 43,7 persen secara tahunan menjadi Rp343,3 miliar.

Seiring dengan pertumbunan pendapatan, ARKO mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan 40,6 persen yoy menjadi Rp253,6 miliar. Kenaikan ini diakibatkan proses finalisasi pembangunan Proyek Kukusan 2 di Tanggamus, Lampung.

Baca juga: Pendapatan PGEO Naik 6,29 Persen jadi USD432,73 Juta pada 2025

Presiden Direktur Perseroan, Aldo Artoko menjelaskan, Proyek Kukusan 2 yang baru beroperasi pada Februari 2026 ini juga akan berkontribusi positif terhadap arus kas perseroan mulai 2026 dengan PLN sebagai pembeli tunggal. 

“Dengan semakin banyak proyek pembangkit yang diselesaikan, kami yakin akan mampu terus menjaga komitmen untuk menerangi Indonesia berbasiskan energi bersih serta menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” ucap Aldo dalam keterangan resmi di Jakarta, 9 Maret 2026.

Dari sisi operasional, perseroan mencatatkan produksi listrik sebesar 151,8 MWh pada tahun lalu atau tumbuh sebesar 56,1 persen yoy, didukung oleh mulai beroperasinya Proyek Yaentu dan curah hujan yang lebih tinggi dibanding tahun 2024. 

Sementara untuk Proyek Tomoni (10 MW), berlokasi di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, progres pembangunannya sudah mencapai 58,8 persen pada 2025 dengan target finalisasi proyek pada akhir 2026.

Baca juga: Abadi Lestari Indonesia (RLCO) Bidik Pendapatan Rp700 Miliar Tahun Depan

Perjanjian Jual Beli Listrik

Pada September 2025, perseroan berhasil memperoleh Perjanjian Jual Beli Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA) Proyek Pongbembe (20 MW) dari PT PLN (Persero).

Perjanjian itu berlaku selama 30 tahun terhitung sejak proyek mulai beroperasi dan diperkirakan akan beroperasi pada 2030. Proses pembangunan proyek tersebut telah dimulai pada akhir 2025. 

Adapun estimasi produksi listriknya mencapai 97.218 MWh per tahun yang seluruhnya akan dibeli oleh PLN.

Dengan target tersebut, Proyek Pongbembe diyakini mampu berkontribusi sebesar 27,7 persen dari total produksi energi perseroan yang bersumber dari enam proyek yang ada. 

Setelah keenam proyek beroperasi, perseroan akan mampu mencatatkan reduksi emisi sebesar ±181.503 ton CO₂eq per tahun. Ini secara langsung akan menyukseskan program pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission 2060. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

BTN Gelar BTN Run 2026 for Charity Jadi Aksi Nyata untuk Negeri

Dalam gelaran BTN Run 2026 for Charity ini, donasi dihitung berdasarkan dua komponen utama, yaitu… Read More

4 hours ago

Presiden Prabowo Kunjungan Kenegaraan ke Jepang, Bahas Investasi hingga Energi

Poin Penting Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Jepang untuk memperkuat hubungan bilateral. Pertemuan dengan… Read More

6 hours ago

Transaksi SPKLU PLN Pecah Rekor, Tembus 18.088 Kali saat Musim Mudik Lebaran 2026

Poin Penting Transaksi SPKLU PLN mencetak rekor 18.088 kali pada H+2 Idul Fitri 1447 H,… Read More

8 hours ago

Indeks Infobank15 Turun Tipis, Pergerakan Saham Bank Masih Variatif

Poin Penting IHSG turun 0,94% dan seluruh indeks utama kompak melemah. Indeks INFOBANK15 terkoreksi 1,87%… Read More

9 hours ago

Berikut 5 Saham Pemicu Melemahnya IHSG Sepekan

Poin Penting IHSG turun 0,14% dan kapitalisasi pasar BEI melemah ke Rp12.516 triliun. BBNI, EMAS,… Read More

9 hours ago

IHSG Pekan Ini Ditutup Turun 0,14 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.516 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,14% ke level 7.097,05 sepanjang pekan 25-27 Maret 2026. Kapitalisasi pasar… Read More

9 hours ago