Melantai di Bursa, VERN Bidik Pendapatan hingga Rp350 Miliar di Akhir 2024

Jakarta – PT Verona Indah Pictures Tbk (VERN) pada hari ini (8/10) telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) sebagai perusahaan yang ke-35 di 2024.

Dalam IPO tersebut VERN melepas sebanyak 1.121.650.000 saham atau setara dengan 23,54 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO dengan harga Rp195 per saham dan meraih dana segar sebanyak Rp218,72 miliar.

Bidik Pertumbuhan Pendapatan

Komisaris Utama VERN, Bedy Kunady, mengatakan bahwa perseroan dengan adanya aksi korporasi IPO menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar Rp250-350 miliar hingga akhir 2024 dan meningkat dua kali lipat pada 2025.

Baca juga: Investor Simak! Berikut Sentimen yang Bakal Pengaruhi IHSG Pekan Ini

Bedy menyebut, optimisme tersebut didukung oleh proyek baru yang akan dijajaki VERN yakni, segmen layar lebar dan segmen over the top (OTT) yang akan semakin diintensifkan.

“Untuk revenue tahun depan kan kami akan masuk ke dunia layar lebar, kemudian OTT kami intensifkan. Jadi, tahun depan kami revenue target-in dua kali dari tahun ini. Tahun ini kami revenue-nya (target) Rp250-350 miliar,” ucap Bedy kepada media di Jakarta, 8 Oktober 2024.

Sementara itu, Bedy menambahkan perseroan optimis dapat mencapai laba bersih mendekati Rp40 miliar hingga akhir 2024. Pun demikian dengan pada 2025, laba perusahaan ditargetkan naik 50 persen, di mana per Maret tahun ini VERN telah meraih laba bersih sekitar lebih dari Rp8 miliar.

Baca juga: Begini Pergerakan Saham VERN dan PTMR Usai Melantai di Bursa

“Tahun ini kami target laba bersih ya, dalam tiga bulan mendekati Rp40 miliar. Tahun depan kami harapkan bisa bertumbuh sekitar 50 persen, ini tadi sudah disampaikan ya. Di bulan Maret kan baru seperempat tahun kami laba bersih sudah Rp8 miliar lebih,” imbuhnya.

Adapun, dana segar yang diraih VERN sebanyak Rp218,72 miliar dalam IPO ini akan digunakan perseroan untuk akuisisi properti berupa tanah dan bangunan sebesar 7,33 persen dan sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan, namun tidak terbatas untuk pembiayaan kegiatan produksi dan/atau akuisisi film/sinetron/serial digital dan kegiatan pemasarannya, serta untuk pembiayaan kebutuhan operasional perseroan. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Kinerja Himbara Turun, OJK Sebut Faktor Siklikal dan Berpotensi Rebound

Poin Penting OJK menilai penurunan kinerja bank Himbara bersifat siklikal akibat faktor global dan pelemahan… Read More

57 mins ago

Tugu Insurance Wujudkan Kepedulian terhadap Alam melalui Program Tugu Green Journey

Poin Penting Tugu Insurance menjalankan program Tugu Green Journey dengan mendaur ulang 1,7 ton limbah… Read More

2 hours ago

Kasus Dugaan PHK Mie Sedaap Didalami Menaker, Ini Perkembangannya

Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More

3 hours ago

Laba CIMB Niaga (BNGA) 2025 Tumbuh Tipis jadi Rp6,93 Triliun

Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More

3 hours ago

OJK dan Inggris Luncurkan Kelompok Kerja Pembiayaan Iklim, Ini Targetnya

Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup Lanjut Merosot 1,04 Persen, Ini Penyebabnya

Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More

4 hours ago