Melantai di Bursa, Saham Shield-On Service Melonjak 50%
Jakarta – PT Shield-On Service resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten SOSS.
Perusahaan penyedia jasa keamanan, perawatan gedung, Sumber Daya Manusia (SDM), dan manajemen parkir ini menjadi emiten ke-49 yang melantai di BEI tahun ini.
Direktur Utama Shield-On Service, Herman Julianto mengatakan diharapkan saham perusahaan mendapat respons positif dari investor.
“Pencatatan saham ini merupakan bukti kepercayaan yang diberikan kepada SOS dan konitmen kami kepada stakeholder,” kata Herman di Jakarta, Selasa, 6 November 2018.
Selain melepas 150 juta saham, perseroan juga akan melepas 150 juta waran dengan perbandingan komposisi saham dan waran 1:1. Dengan IPO di harga Rp275 per saham, perseroan mengantongi dana segar Rp41,24 miliar.
Baca juga: BEI: Kepemilikan Saham Domestik Hampir Sama Dengan Asing
Rencananya dana IPO ini sebesar 71,23% dialokasikan untuk pelunasan utang ke AB Simas, sebesar 20,61% untuk penyertaan saham pada entitas anak yaitu HR PRO, sedangkan sisanya sebesar 8,16% akan digunakan untuk modal kerja.
Saat ini, porsi bisnis terbesar Shield-On Service adalah pada sektor cleaning yaitu 51%. Kemudian, lini manpower sebesar 16%, keamanan 29%, dan yang paling kecil adalah manajemen parkir yaitu sebesar 4%.
Ke depannya, perseroan akan memperbesar segmen manpower atau SDM menjadi 43%, cleaning atau jasa kebersihan sekitar 34%, keamanan 20%, dan manajemen parkir sebesar 3%.
Saat perdagangan perdana dibuka, saham SOSS melonjak 50% ke level Rp414, atau menyentuh batas atas. (*)
Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More
Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More
Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More
Poin Penting Dua ahli hukum menilai kasus kredit macet Sritex merupakan ranah perdata dan risiko… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More