Perbankan

Melangkah Menuju KBMI 2, Bank BPD Bali Catatkan Kinerja Positif di Triwulan I 2026

Poin Penting

  • Bank BPD Bali mencatat modal inti Rp5,7 triliun dan menargetkan naik kelas ke KBMI 2 pada 2026.
  • Aset, kredit, dan DPK masing-masing tumbuh 8,23%, 8,66%, dan 5,36% (yoy), didorong ekspansi kredit produktif dan dana murah (CASA).
  • Kredit UMKM mendominasi 52,09%, sementara layanan digital meningkatkan transaksi dan fee based income hingga 24,18% (yoy).

Denpasar – Seiring rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghapus kategori KBMI 1, Bank BPD Bali mencatat modal inti sebesar Rp5,7 triliun pada triwulan I 2026. Nilai ini mendekati batas minimal KBMI 2, yakni di atas Rp6 triliun.

Dengan capaian tersebut, Bank BPD Bali menargetkan naik kelas menjadi bank kategori KBMI 2 pada 2026, sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB).

Pencapaian modal inti tersebut ditopang oleh setoran modal pemegang saham sebesar Rp746 miliar dan kinerja keuangan yang positif sepanjang triwulan I 2026.

Baca juga: Ditopang Faktor Ini, Laba Bank BPD DIY Naik 7,45 Persen Jadi Rp340,98 M di 2025

Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyebut kinerja positif didorong ekspansi kredit yang agresif, khususnya pada sektor produktif, dan peningkatan dana pihak ketiga (DPK) berbasis CASA.

“Bank BPD Bali secara konsisten menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dalam menjaga kepercayaan publik. Ke depannya, Bank BPD Bali akan terus melakukan upaya peningkatan fundamental bisnis, sinergi yang terintegrasi di seluruh lini bisnis untuk mendorong akselerasi pertumbuhan yang berkelanjutan, serta memperkuat keunggulan kompetitif bank,” ungkap I Nyoman Sudharma.

Hingga Maret 2026, aset Bank BPD Bali tumbuh 8,23 persen (yoy) menjadi Rp42,71 triliun.

Dalam menjalankan fungsi intermediasi, Bank BPD Bali mencatat penyaluran kredit sebesar Rp25,29 triliun atau tumbuh 8,66 persen (yoy), sementara DPK tercatat Rp35,46 triliun atau tumbuh 5,36 persen (yoy).

Fokus UMKM dan Efektivitas Program KUR

Penyaluran kredit didominasi sektor UMKM sebesar 52,09 persen dari total portofolio. Pencapaian ini tidak terlepas dari komitmen Bank BPD Bali dalam mendukung UMKM, yaitu melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang telah terealisasi mencapai Rp550,9 miliar dan Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai Rp78,41 miliar per Maret 2026.

Selain itu, Bank BPD Bali juga mencatat realisasi debitur graduasi dari KUR melalui produk kredit KUSUMA (Kredit Usaha untuk Sejahtera, Unggul dan Maju) dengan volume sebesar Rp1,27 triliun. Capaian ini menunjukkan efektivitas program dalam mendorong UMKM naik kelas.

Baca juga: Bank BPD Bali Kucurkan Rp55,16 Miliar untuk Kredit Program Perumaham

Kualitas Aset dan Efisiensi Terjaga

Rasio kredit bermasalah (NPL) gross terjaga rendah di level 0,84 persen dengan coverage ratio 454,52 persen, mencerminkan manajemen risiko yang kuat.

Pertumbuhan DPK ditopang oleh struktur pendanaan yang relatif efisien, tecermin dari rasio dana murah atau CASA yang mencapai 66,13 persen. Hal ini mencerminkan kepercayaan nasabah yang terus terjaga terhadap layanan Bank BPD Bali.

Selain itu, akselerasi layanan digital juga dinilai menjadi salah satu faktor yang membantu memperluas aktivitas transaksi nasabah dan mendukung pertumbuhan pendapatan berbasis komisi.

Digitalisasi Dorong Pendapatan Nonbunga

Platform digital seperti BPD Bali Mobile dengan 282.677 pengguna per Maret 2026, turut memberikan kontribusi dalam mendorong transaksi serta peningkatan fee based income sebesar 24,18 persen secara yoy, sehingga memperkuat sumber pendapatan nonbunga.

Peningkatan aktivitas transaksi turut memperkuat penghimpunan dana murah berbasis rekening sehingga mendukung efisiensi beban bunga bank.

Efisiensi operasional juga tecermin dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang berada di angka 60,12 persen yang menunjukkan kemampuan bank dalam mengendalikan biaya operasional untuk menghasilkan pendapatan operasional.

Baca juga: Industri BPD Didorong Adopsi Agentic AI untuk Akselerasi Transformasi Digital

Profitabilitas Tetap Kuat

Dari sisi rentabilitas, Bank BPD Bali menunjukkan kinerja yang baik dilihat dari rasio Return on Aset (ROA) sebesar 4,31 persen dan rasio Return on Equity (ROE) sebesar 30,03 persen dan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 71,32 persen, menunjukkan kemampuan yang baik dalam menyalurkan kredit.

Melalui inovasi layanan digital, Bank BPD Bali juga melakukan penguatan aspek Teknologi Informasi (TI), pengelolaan keamanan siber serta data privacy yang terus ditingkatkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh inovasi layanan di Bank BPD Bali memiliki tingkat keamanan yang baik, seperti pengembangan BPD Bali Mobile, QRIS Tuntas Bank BPD Bali, QRIS Mobile NFC, pengembangan KKI online payment, termasuk juga QRIS Crossborder ke berbagai negara (Thailand, Malaysia, Singapura dan Jepang). Saat ini, Bank BPD Bali juga dalam proses persiapan implementasi QRIS Crossborder Indonesia-Korea Selatan.

Konsistensi dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan kontribusi dalam mendukung peningkatan ekonomi daerah oleh Bank BPD Bali membuahkan pengakuan beberapa penghargaan di tingkat nasional sampai dengan Triwulan I tahun 2026. (*)

Disclaimer: Informasi mengenai kinerja keuangan Bank BPD Bali Triwulan I Tahun 2026 adalah cerminan dari kinerja masa lalu. Kinerja masa lalu ini tidak memberikan jaminan pasti atas tercapainya kinerja yang sama, ataupun lebih baik di masa depan. Perubahan kondisi ekonomi dan industri dapat mempengaruhi hasil yang berbeda. Konsumen diimbau untuk selalu memahami risiko.

Bank BPD Bali merupakan lembaga keuangan yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI), dan merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Untuk rincian lengkap mengenai produk dan layanan, kunjungi situs resmi www.bpdbali.co.id. Nasabah juga dapat berinteraksi melalui kanal media sosial resmi di Instagram (@bankbpdbali), Facebook (Bank BPD Bali), TikTok (@bpdbaliofficial), X (@bpdbaliofficial), serta YouTube (Bank BPD Bali). Untuk layanan bantuan langsung, hubungi BPD Bali Call 1500-844.

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

OJK Siapkan Aturan Baru RBB, Begini Respons Purbaya

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung rencana OJK menyesuaikan RBB agar perbankan lebih… Read More

56 mins ago

Tak Sepakat Putusan KPPU, Pindar Adapundi Ajukan Banding

Poin Penting Adapundi menolak putusan KPPU karena dinilai tidak mencerminkan kondisi dan regulasi industri fintech… Read More

4 hours ago

ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab

PT ALTO Network meluncurkan dua layanan digital terbaru, yaitu Askara Connect dan Askara Collab, untuk… Read More

5 hours ago

Ma’ruf Amin: Hijrah Finansial jadi Kunci Akselerasi Ekonomi Syariah Nasional

Poin Penting Hijrah finansial sebagai transformasi menyeluruh, bukan sekadar pindah produk keuangan, tetapi perubahan cara… Read More

5 hours ago

Kinerja 2025 Ciamik, Saham BBCA Diproyeksi Kembali Menguat

Poin Penting Saham BBCA turun sekitar 19 perse ytd, sejalan pelemahan IHSG, namun dinilai sebagai… Read More

5 hours ago

Whoosh Delay akibat Penumpang Tahan Pintu Kereta, KCIC Angkat Bicara

Poin Penting KCIC mengecam penumpang yang menahan pintu Whoosh di Padalarang karena melanggar aturan dan… Read More

5 hours ago