Jakarta – PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) atau IBK Bank di sepanjang 2023 mencatatkan kinerja yang impresif. Tercatat laba bersih IBK Bank mencapai Rp187 miliar, angka ini meroket 80 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp103 miliar.
“Selaras dengan perekonomian Indonesia yang terus mengalami pemulihan, Perseroan berhasil mencatatkan performa positif,” ujar Direktur IBK Bank, Lee Dae Sung dalam Konferensi Pers, Selasa, 13 Februari 2024.
IBK Bank juga mampu meningkatkan penyaluran kredit sebesar 16,5 persen yoy menjadi sebesar Rp9,4 triliun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp8,1 triliun.
Baca juga: BTN Raup Laba Rp3,5 Triliun Sepanjang 2023, Tumbuh 14,94 Persen
Pertumbuhan kredit tersebut tetap didukung dengan rasio Non Performing Loan (NPL Gross) yang masih sangat terjaga diangka 1,48 persen dan NPL Nett 0,95 persen. Jauh di bawah threshold yang ditentukan regulator, yakni maksimal 5 persen.
Pun demikian dengan aset IBK Bank yang melonjak di tahun 2023 mencapai Rp19,4 triliun atau tumbuh tiga kali lipat sejak perseroan pertama kali berdiri di tahun 2019.
Dari sisi liabilitas, Dana Pihak Ketiga (DPK) IBK Bank meningkat sebesar 6,13 persen menjadi Rp8,9 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp8,4 triliun.
Lee Dae Sung menambahkan, bahwa prestasi dan pertumbuhan ini tentunya didorong oleh strategi manajemen yang efektif dan kebijakan yang tepat dalam menghadapi dinamika pasar.
Baca juga: Melonjak 77,7 Persen, Laba CCB Indonesia 2023 Tembus Rp241,2 Miliar
“Perseroan berhasil mempertahankan daya saingnya dan meraih pertumbuhan yang berkelanjutan. Dalam menghadapi berbagai tantangan ke depannya, Perseroan akan terus mengedepankan fundamental yang solid untuk menghadapi perekonomian di tahun 2024,” pungkasnya.
Di sisi lain, untuk memenuhi kebutuhan nasabah dalam bertransaksi, Perseroan juga telah meluncurkan berbagai sistem dan layanan digital seperti pengembangan sistem pemeringkat kredit dan analisa kredit, top up e-wallet (OVO, Gopay, Link Aja, Shopee, & Dana), bulk transfer, dan pembukaan L/C online. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More