Ekonomi dan Bisnis

Melalui Xponent di Money 20/20, Mandiri Capital Indonesia Mantap Jajaki Pasar Global

Jakarta –   Usai menuntaskan Program Xponent di Money 20/20 di Bangkok, Thailand, pada 23-25 April 2024, Mandiri Capital Indonesia (MCI) mantap menjajaki cakupan pasarnya ke skala global.

“Kehadiran MCI di Money 20/20 Asia adalah momen penting dalam perjalanan kami menuju ekspansi regional dan global,” kata Chief Investment Officer of Mandiri Capital Indonesia Dennis Pratistha, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 27 April 2024.

Money 20/20 Asia merupakan acara global untuk ekosistem digital yang mempertemukan para pemimpin industri dan startup berpengaruh dari berbagai belahan dunia. 

Menurutnya, Xponent sendiri lebih dari sekadar program, namun menjadi langkah penting untuk mengintegrasikan startup dan perusahaan global ke dalam jaringan perusahaan.

Baca juga : Masuki 2024, Mandiri Capital Indonesia ‘Ngegas’ Perluas Investasi Global

“Kedepannya, MCI akan berkomitmen untuk terus memberikan dampak bisnis yang positif bagi Bank Mandiri sekaligus membangun ekosistem startup Indonesia,” jelasnya.

Pada acara Money 20/20 Asia, MCI sendiri menggandeng sembilan startup portofolio dan finalis Zenith untuk memperkenalkan produk dan menyampaikan gagasan bisnis mereka. 

Sembilan startup tersebut adalah Mekari, KoinWorks, AyoConnect, Delos, iSeller, Kecilin, Fishlog, Imajin, dan AI Rudder.

Lebih lanjut, kehadiran MCI di Money 20/20 Asia juga mengukuhkan posisi perusahaan sebagai penggerak utama dalam membangun jembatan sinergi internasional.

“Kami mendukung ekspansi ekosistem startup Indonesia dimana Ini dilakukan dengan memfasilitasi akses bagi startup global ke pasar Indonesia yang berkembang pesat, dan berbagi ekosistem dan pengetahuan,” terangnya.

Sebab kata dia, fokus utama MCI adalah untuk memupuk penciptaan value creation dan peluang investasi melalui kemitraan kolaboratif di panggung global. 

Baca juga : Investree Diawasi OJK, Mandiri Capital Indonesia Bakal Selektif Investasi ke Fintech

Di mana, Money 20/20 Asia menjadi platform bagi MCI untuk terhubung dengan berbagai pelopor industri, mengeksplorasi tren yang muncul, dan mengembangkan jangkauannya ke pasar internasional, hingga akhirnya dapat mempercepat pertumbuhan usaha inovatif di pasar global. 

Saat ini, MCI memiliki beberapa portofolio, dengan jumlah lebih dari 20 startup dari 14 jenis sektor industri, termasuk pemberian pinjaman, B2B value chain, dan penyedia pembayaran. 

Langkah Strategis MCI

Sejalan dengan visi MCI untuk being global kehadiran Xponent di Money 20/20, menandai langkah strategis MCI untuk mengintegrasikan startups dan perusahaan global ke dalam ekosistem mandiri grup.

Menekankan pendekatan kolaboratif yang dilakukan oleh MCI, Chief Executive Officer of Mandiri Capital Indonesia Ronald Simorangkir mengatakan, perusahaan berfokus untuk mengidentifikasi kebutuhan unit bisnis Bank Mandiri dan berupaya menghadirkan value proposition yang selaras dengan tujuan strategis Mandiri Group. 

“Melalui acara Money 20/20 kami berharap dapat menemukan startup yang memiliki solusi inovatif dan terobosan baru,” terangnya.

Mengukuhkan posisinya sebagai investor strategis, MCI telah meluncurkan program XYZ  yang mencakup beberapa inisiatif, di antaranya:

  • Xponent : Membantu ekspansi startup dengan memfasilitasi akses pasar dan memperkuat keselarasan bisnis antara startup dan unit bisnis Bank Mandiri. Program ini telah melibatkan 95 startup pada 3 batch, menandatangani 12 MoU, dan melibatkan 25 unit bisnis dalam Bank Mandiri dan anak perusahaannya.
  • Xchange : Melakukan studi banding dengan mengunjungi lab inovasi internasional.
  • Y-Axis : Membangun platform jaringan bagi startup dengan investor, komunitas teknologi, BUMN, dan korporasi.
  • Zenith : Program akselerasi selama 4 bulan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan bisnis melalui mentoring, lokakarya, dan integrasi ekosistem dengan Mandiri Group.

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

6 hours ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

6 hours ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

9 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

9 hours ago

Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”

Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More

9 hours ago

KEK Industropolis Batang Gandeng JPEN Kembangkan EBT 180 MW

Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More

10 hours ago