Teknologi

Melalui Microsoft Elevate, BINUS dan Microsoft Komit Kembangkan Talenta Digital

Poin Penting

  • Lebih dari sepertiga bisnis Indonesia telah mengadopsi AI, dengan 97 persen pemimpin bisnis optimistis bahwa 2025 menjadi momentum kolaborasi manusia–AI
    Program Microsoft Elevate kembali digelar untuk membekali generasi muda dengan keterampilan AI, menargetkan lebih dari 50.000 pembelajar non-profit
    Kolaborasi lintas industri dan akademisi ini bertujuan mencetak talenta digital siap kerja dan inovatif, mendorong solusi AI berdampak nyata bagi masyarakat.

Jakarta — Indonesia saat ini sedang berada di titik puncak adopsi Artificial Intelligence (AI), di mana lebih dari sepertiga bisnis nasional telah mengintegrasikan solusi kecerdasan buatan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Menurut Laporan Microsoft Work Trend Index 2025, 97 persen pemimpin bisnis di Indonesia optimistis, tahun ini adalah momentum untuk meninjau ulang strategi dan operasional bisnis dengan menciptakan kolaborasi antara manusia dan AI, menandakan AI telah menjadi bagian dari budaya kerja lokal.

Kepedulian terhadap perkembangan digital inilah yang mendorong BINUS University bersama Microsoft dan GreatNusa, melalui Microsoft Elevate, kembali meluncurkan program yang bertujuan untuk membekali generasi muda Indonesia menjadi dengan keterampilan AI yang berdampak nyata.

Peluncuran ini ditandai dengan talkshow melalui Studium Generale bertajuk “AI for Real Impact: How the Next Generation is Solving Real Problems”, Selasa, 9 Desember 2025 di BINUS Kemanggisan, Anggrek Campus, Jakarta.

Baca juga: Sektor Manufaktur Jadi Penopang Ekonomi RI, Taiwan Tawarkan Teknologi Industri 4.0

Microsoft Elevate sudah memasuki tahun kedua pelaksanaannya, melanjutkan keberhasilan program tahun pertama yang telah membuka akses pelatihan AI fundamental. Inisiatif ini kembali hadir untuk menjawab kebutuhan literasi digital dan kompetensi AI bagi lebih banyak generasi muda, dan GreatNusa berperan dalam memberikan empowerment kepada pelajar sektor non-profit di Indonesia.

Program ini kembali diselenggarakan sebagai bentuk komitmen berkelanjutan untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih mendalam bagi masyarakat Indonesia. Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan akademisi, pemerintah, dan industri. Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan, alat, dan pengetahuan yang relevan di era kecerdasan buatan.

Pendekatan ini bukan hanya memperkuat kesiapan talenta digital nasional, tetapi juga turut mendorong kontribusi nyata terhadap terwujudnya visi Indonesia Emas 2045, di mana transformasi digital dan inovasi menjadi fondasi utama daya saing bangsa.

Kegiatan ini resmi melanjutkan perjalanan kolaboratif antara Microsoft, BINUS University, dan GreatNusa, dengan target menjangkau lebih dari 50.000 pembelajar dari sektor non-profit, termasuk komunitas, UMKM, asosiasi pekerja, dan NGO. Sejak peluncuran awal, lebih dari 1,2 juta orang telah mengikuti pelatihan AI, dengan ratusan ribu peserta memperoleh sertifikasi resmi.

Melalui program ini, peserta mendapat akses pelatihan AI bersertifikat (Microsoft AI-900 / Azure AI Fundamentals), modul LinkedIn Learning, sesi mentoring langsung dari mentor Microsoft, serta peluang pengembangan solusi AI untuk isu nyata di masyarakat.

Nita Felia Pambudi, Chief Operating Officer GreatNusa menyampaikan, kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memastikan pembelajaran AI dapat diterapkan secara nyata oleh generasi muda. “Kolaborasi ini merupakan langkah penting untuk memastikan generasi muda Indonesia tidak hanya memahami AI, tetapi mampu menggunakannya untuk memecahkan masalah nyata,” ujar Nita Felia Pambudi.

GreatNusa, kata dia, berperan sebagai learning ecosystem yang menjembatani teknologi, industri, dan masyarakat, sehingga pembelajaran AI benar-benar berdampak dan relevan. Tujuannya mempersiapkan generasi muda menjadi talenta digital yang siap kerja, inovatif, serta mampu menciptakan solusi bermakna bagi masa depan bangsa.

Pendekatan ini sejalan dengan fokus Microsoft Elevate untuk membentuk generasi muda yang adaptif, siap kerja, dan mampu menciptakan solusi nyata melalui AI. Dalam sesi Studium Generale yang membahas lebih dalam mengenai dampak nyata AI pada generasi muda, President Director Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir juga menyampaikan mengenai pentingnya penerapan AI sebagai penunjang produktivitas.

“Generasi muda Indonesia kini memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan AI sebagai pendorong produktivitas sekaligus dampak nyata bagi masyarakat. AI bukan sekadar otomatisasi. AI adalah co-pilot yang membantu kita bergerak lebih cepat dan menciptakan solusi untuk tantangan di sekitar kita,” ujar Dharma Simorangkir.

Melalui Microsoft Elevate, bersama BINUS dan GreatNusa, pihaknya memastikan keterampilan ini dapat diakses tidak hanya oleh mahasiswa, tetapi juga komunitas, UMKM, dan sektor non-profit di seluruh Indonesia.

“Bersama BINUS dan GreatNusa, kami ingin melahirkan talenta yang bukan hanya siap kerja, tetapi siap memimpin perubahan. Ini adalah momentum untuk memastikan semua orang dapat berperan dalam masa depan yang lebih produktif, inklusif, dan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Sebagai ekosistem pendidikan digital yang berorientasi global, BINUS University kembali menjadi mitra penyelenggara utama program ini. Melalui GreatNusa, BINUS memastikan pengelolaan program, integrasi kurikulum, serta penyebaran akses kepada pelajar di seluruh Indonesia.

Baca juga: Bos IBM Ungkap Sederet Tantangan Perusahaan RI Adopsi Teknologi AI

Diselenggarakan di BINUS Kemanggisan sebagai digital technology campus menjadi simbol komitmen BINUS dalam menghadirkan program-program pengembangan teknologi terkini bagi para mahasiswa. Posisi BINUS University yang dikenal sebagai pelopor pendidikan AI di Indonesia melalui program studi Artificial Intelligence di School of Computer Science yang pertama di Indonesia, BINUS telah membangun ekosistem riset dan pembelajaran AI terdepan.

Sementara Dr. Nelly, S.Kom., M.M., Rektor BINUS University memaparkan, program ini merupakan kolaborasi strategis yang sesuai dengan visi BINUS untuk menghadirkan pendidikan berbasis teknologi yang inklusif dan berdampak.

“Apalagi pembelajaran AI bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang bagaimana mahasiswa kita mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang bagi mahasiswa dan pelajar Indonesia untuk memperoleh kompetensi AI yang dibutuhkan industri global,” ujar Nelly.

Melalui program Microsoft Elevate, BINUS University dan Microsoft Indonesia berharap dapat melahirkan lebih banyak talenta digital yang mampu menghadirkan dampak nyata di lingkungannya. Dengan akses pengetahuan, pembelajaran sistematis, dan pendampingan kelas dunia, generasi muda Indonesia diharapkan dapat memimpin inovasi berbasis AI dan menciptakan solusi yang relevan bagi masa depan bangsa. (*) DW

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BI: Inflasi Februari 2026 Dipengaruhi Faktor Base Effect

Poin Penting Inflasi Februari 2026 capai 4,76 persen yoy, didorong kenaikan IHK dari 105,48 menjadi… Read More

9 hours ago

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK… Read More

11 hours ago

GoTo Klarifikasi soal Investasi Google dan Status Nadiem Makarim

Poin Penting Nadiem Makarim mendirikan Gojek (2010) hingga merger dengan Tokopedia membentuk GoTo Group pada… Read More

11 hours ago

Tantangan Inovasi Sektor Perumahan Rendah Emisi

Oleh Wilson Arafat, GRC Specialist PADA suatu hari, penulis jogging santai melintasi kawasan yang sedang… Read More

11 hours ago

Gubernur Kaltim Batalkan Pengadaan Mobil Dinas Baru Rp8,49 M, Ini Alasannya

Poin Penting Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengembalikan mobil dinas baru senilai Rp8,49 miliar yang dibeli… Read More

12 hours ago

IHSG Ditutup Ambles 2 Persen Lebih ke Level 8.016

Poin Penting Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,65 persen ke 8.016,83; 671 saham melemah,… Read More

12 hours ago