Ilustrasi: Pinjaman online (Pinjol)/istimewa
Jakarta – Volume transaksi cashless di Indonesia terus meningkat secara signifikan. Semakin banyak tempat usaha dan layanan publik yang menerima pembayaran dari berbagai solusi pembayaran non-tunai.
Melihat perkembangan tersebut, Pawoon sebagai perusahaan penyedia layanan Point of Sales (POS) di Indonesia mengambil inisiatif untuk merangkul GO-PAY, sebagai pembayaran digital yang masuk dalam ekosistem GOJEK.
Berkat kerjasama strategis ini, puluhan ribu merchant Pawoon dapat menerima pembayaran nontunai lewat GO-PAY secara cepat, aman dan mudah.
Founder & CEO Pawoon Ahmad Gadi menyampaikan, kerjasama dengan GO-PAY sangat memudahkan merchant untuk mengadopsi pembayaran non-tunai.
“Hal ini sejalan dengan misi Pawoon untuk memajukan pebisnis Indonesia melalui teknologi,” kata Ahmad melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa 12 Maret 2019.
Layanan POS berbasis Android yang ditawarkan Pawoon menargetkan pelaku usaha kecil menengah serta waralaba dan korporasi. Pengguna dapat mengakses data penjualan dan inventori melalui laptop, komputer atau telepon pintar sehingga bisa mendapatkan informasi bisnis yang akurat setiap saat.
Pihak GO-PAY menyambut baik kerjasama ini. Pelanggan Pawoon akan bergabung dengan lebih dari 100,000 UMKM di Indonesia yang telah menerima GO-PAY sebagai alat pembayaran.
“Kerja sama antara GO-PAY dan Pawoon ini sejalan dengan misi kami untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia dari UMKM. Bersama Pawoon, kami berharap bisa mendorong UMKM Indonesia agar naik kelas,” kata Vincent selaku Head of Business Development GO-PAY.
Pawoon berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik dan meluncurkan fitur-fitur baru yang mampu menunjang perkembangan bisnis penggunanya. Integrasi dengan GOPAY adalah salah bentuk dari komitmen tersebut. Selain dikarenakan jangkauan pengguna yang luas, GO-PAY menjadi rekan kerja sama yang strategis bagi Pawoon karena keduanya memiliki misi yang sama yaitu untuk membantu rekan usahanya berkembang melalui teknologi.(*)
Poin Penting Anggota BPK Fathan Subchi mendorong ekonomi kreatif sebagai motor pertumbuhan ekonomi untuk mendukung… Read More
Poin Penting Ekonomi budaya dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan SDA karena budaya tidak akan habis, sementara… Read More
Poin Penting Sektor keuangan berperan strategis dalam pelestarian aset budaya melalui pembiayaan khusus budaya, asuransi… Read More
Poin Penting Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan kebudayaan bukan beban anggaran, melainkan mesin pertumbuhan ekonomi… Read More
Poin Penting PT Bank DBS Indonesia menunjuk Triana Gunawan sebagai Komisaris Independen efektif per 31… Read More
Poin Penting OJK menegaskan kredit macet tanpa unsur fraud bukan tindak pidana, melainkan risiko bisnis… Read More