Jakarta –Perusahaan-perusahaan financial technology terus berinovasi dengan meluncurkan beragam produk dan fitur baru untuk menjangkau lapisan masyarakat. Namun ada satu perusahaan fintech yang cukup unik dalam mengembangkan inovasi produk yang tidak hanya sekadar berbicara inklusi keuangan, salah satunya Mekar.
Mekar atau yang secara resmi dikenal sebagai sebagai PT Mekar Investama Sampoerna ini, merupakan fintech yang bergerak di bidang peer to peer lending dengan fokus pembiayaan pada perempuan dan pelaku usaha mikro. Mekar didukung sepenuhnya oleh Putera Sampoerna Foundation.
Dalam platform online yang disajikan Mekar, investor atau funders bisa melakukan mendapatkan imbal hasil maksimal, mendapatkan jaminan atas pokok investasi, sekaligus mendukung usaha mikro dan kecil di Indonesia.
Rencananya, besok 2 November 2017, Mekar sendiri akan meluncurkan fitur baru dari produk micro lending yakni Reinvestment. Dengan investasi minimal Rp 30 juta investor dapat mendapatkan imbal hasil yang lebih besar (hingga 16% flat), kemudahan berinvestasi, dan tetap mendapatkan jaminan atas pokok investasi. Bukan hanya itu, fitur baru ini tidak membebani pelaku usaha dengan kewajiban yang lebih besar. Malahan, melalui reinvestment investor dapat berkontribusi terhadap manfaat sosial yang lebih besar.
Selain itu Mekar juga akan meluncurkan produk baru yang akan diluncurkan pada 6 November 2017 dengan nama Crowd Funding. Produk ini selain memiliki ragam investasi, juga tidak memakai skema fixed instalment, namun revenue sharing atau bagi hasil. Selain membantu pelaku usaha, buat investor ke depan produk ini bisa dapat imbal hasil yang lebih besar.
“Di platform digital kita sudah ada banyak pelaku usaha yang sudah kita verifikasi dan memiliki prospek bagus. Kita harus memastikan nantinya investor bisa mendapatkan imbal hasil yang bagus. Caranya dengan terus melakukan cek bisnis si UKM , kapasitas produksi, penjualan, dan bisnis ini terus berjalan,” kata Chief Operation Officer Mekar, Pandu Aditya Kristy kepada infobank beberapa waktu lalu.
Pandu mengatakan, produk Crowd Funding merupakan produk yang butuh banyak funders untuk biayai satu usaha. Sehingga investor yang melakukan pendanaan ke pelaku usaha akan lebih dari satu. Jika target dana untuk pendanaan tidak tercapai ke pelaku usaha, maka uang akan dikembalikan ke investor .
“Kita ingin membantu pelaku usaha mikro dan kecil, yang memiliki masalah cashflow, namun punya prospek bisnis cukup bagus,” jelasnya. (*)
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
View Comments
Mantap juga nih