Kepala BPS; Suryamin. (Foto: Erman)
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan laju inflasi pada Mei 2016 sebesar 0,24% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 123,48. Dari 82 kota IHK, 67 kota mengalami inflasi dan 15 kota mengalami deflasi.
“Untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Mei) 2016 sebesar 0,40% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) sebesar 3,33%,” ujar Kepala BPS Suryamin, di Jakarta, Rabu, 1 Juni 2016.
Sedangkan komponen inti pada Mei 2016 mengalami inflasi sebesar 0,23%, tingkat inflasi komponen inti tahun kalender (Januari-Mei) 2016 sebesar 1,19% dan tingkat inflasi komponen inti tahun ke tahun (Mei 2016 terhadap Mei 2015) sebesar 3,41%.
Suryamin mengatakan, inflasi tertinggi terjadi di Pontianak 1,67% dengan IHK 132,06 dan terendah terjadi di Singaraja dan Palangka Raya masing-masing 0,02% dengan IHK masing-masing 131,16 dan 120,37.
“Deflasi tertinggi terjadi di Sorong 0,92% dengan IHK 122,83 dan terendah terjadi di Maumere 0,01% dengan IHK 117,15,” ucapnya.
Menurutnya, inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan 0,30%, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,58%.
Selanjutnya, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,02%, kelompok sandang 0,44%, kelompok kesehatan 0,27%, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,03% dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,21%. (*)
Editor : Apriyani K
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More