Ekonomi dan Bisnis

Mega Proyek PLTG Sambera di IKN Berpotensi Mandek, Ini Pemicunya

Jakarta – Mega proyek pelistrikan yang menggunakan energi bersih Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sambera di Kalimantan Timur berpotensi mandek. Hal ini diduga akibat belum diselesaikannya pembayaran kontrak kerja oleh PT Pertagas Niaga (PTGN) kepada PT Risco Energi Pratama sebagai partner untuk pekerjaan regasifikasi, storage dan trucking LNG untuk PLTG Sambera di Kalimantan Timur. 

Menyikapi hal ini, Peneliti INDEF, Nailul Huda, kondisi tersebut berpotensi membuat negara mengalami kerugian. Menurutnya, ada beberapa kemungkinan, apabila menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), maka jelas akan berakibat korupsi. Hal ini juga memicu pihaknya untuk melaporkan ke Aparat Penegak Hukum untuk segera melakukan penyelidikan.

“Namun apabila menggunakan pembiayaan dari investor maka jelas pengelolanya, dalam hal ini PTGN harus bertanggung jawab karena tindakannya berpotensi adanya gugatan,” ujar Nailul Huda dikutip, Rabu 8 Maret 2023.

Seharusnya, lanjut dia, pimpinan PTGN sudah punya back up plan terkait masalah ini. Hal tersebut mengingat adanya potensi kerugian negara akan timbul apabila ada kekalahan akibat gugatan PT Risco Energy Pratama, karena ada uang negara yang harus dipertanggungjawabkan PTGN terkait pengelolaan regasifikasi di PLTG Sambera.

“Jika mangkrak maka selain pasokan listrik ke IKN bisa terganggu, namun yang harus digaris bawahi adalah janji presiden untuk menggunakan energi bersih, jangan sampai diingkari lagi,” katanya.

Huda mengatakan jika peluang gasifikasi listrik tersebut juga perlu didukung dengan komitmen pemerintah mengganti PLTU dari batubara ke gas yang lebih ramah lingkungan.

Sementara Juru Bicara PT Risco Energi Pratama, Aditya Pratama menegaskan, pihaknya masih menunggu itikad baik dari PTGN untuk menyelesaikan kewajibannya terhadap investasi yang diberikan dalam proyek gasifikasi PLTG Sambera. “Pada prinsipnya kami selaku partner PT GN dalam projek ini siap untuk duduk bersama memikirkan jalan terbaik. Sebab selama ini kami merasa pimpinan PTGN tidak serius mengelola PLTG Sambera,” tambahnya.

Lebih lanjut Aditya menjelaskan bahwa Risco adalah pihak yang paling dirugikan terkait tanggung jawab pada pihak perbankan. “Kami belum berniat untuk melakukan tindakan hukum apapun saat ini,” ungkapnya.

Pengamat Energi Komaidi Notonegoro turut  menanggapi kondisi PLTG Sambera saat ini, pemerintah harus berfikir dengan bijak terkait dengan keberlangsungan proyek tersebut. “Sebab suplai listrik untuk wilayah Kaltim khususnya IKN memang didesain dengan memanfaatkan energi bersih (EB) dan energi baru terbarukan (EBT),” jelas dia.

Sebagaimana diketahui, Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sambera berkapasitas 2×20 Mega Watt (MW), sumber energi PLTG Sambera menggunakan regasifikasi Liquid Natural Gas (LNG) dengan moda transportasi trucking pertama kali di Indonesia. Metode tersebut menjadi solusi pasokan gas ke konsumen yang tidak terjangkau dengan pipa gas. Dengan menggunakan LNG, PLN dapat menghemat biaya energi primer sebesar Rp70 miliar per tahun. (*)

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

17 mins ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

33 mins ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

3 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

3 hours ago

Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”

Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More

3 hours ago

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ajukan Pinjaman Rp2 Triliun, untuk Apa?

Poin Penting Dedi Mulyadi ajukan pinjaman daerah Rp2 triliun akibat kapasitas fiskal Jabar turun hampir… Read More

4 hours ago