Direktur Mega Perintis, Luki Rusli. (Foto: Istimewa)
Jakarta – PT Mega Perintis Tbk (IDX: ZONE), perusahaan yang bergerak di bidang fesyen ritel, menghadapi tahun 2024 yang penuh tantangan akibat berbagai dinamika ekonomi dan geopolitik global. Hal tersebut berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan sepanjang tahun lalu.
Direktur Mega Perintis, Luki Rusli, mengungkapkan bahwa penjualan bersih perusahaan turun 3,68 persen menjadi Rp708,36 miliar. Penurunan tersebut diiringi dengan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 6,25 persen menjadi Rp347,3 miliar pada 2024.
Kombinasi penurunan penjualan dan meningkatnya beban membuat laba bersih perusahaan merosot tajam sebesar 85 persen, dari Rp46,97 miliar menjadi hanya Rp7,04 miliar. Kondisi ini mendorong Mega Perintis untuk menyiapkan strategi baru pada 2025.
Baca juga: Mega Perintis Siap IPO di Harga Rp250-Rp300
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menyiapkan capital expenditure (Capex) sebesar Rp23 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi usaha.
“(Capex) ditujukan untuk pembukaan gerai-gerai baru. Kemudian, kami juga lakukan yang namanya revitalisasi daripada existing store atau renovasi. Dan, anggaran Capex juga kami alokasikan sebagian juga untuk pengadaan mesin-mesin automation,” kata Luki dalam public expose (pubex) Mega Perintis, Rabu, 4 Juni 2025.
Selain itu, Mega Perintis berencana membuka setidaknya enam gerai baru untuk merek Zone dan Minimal, yang merupakan gerai fesyen milik perseroan. Tidak sampai di sana, perusahaan ini juga tengah mengusahakan menekan biaya operasional.
“Tentunya, kami perlu mengelola dan mengurangi atau melakukan efisiensi biaya operasional, dengan mengadakan tambahan mesin-mesin otomasi yang dapat menunjang atau meningkatkan produktiviti proses produksi yang dilakukan oleh anak usaha,” jelas Luki.
Baca juga: Ditopang Sektor Infrastruktur, IHSG Ditutup Menguat 0,25 Persen
Mega Perintis juga akan merambah ke pasar penjualan secara online, baik itu melalui marketplace maupun website perusahaan. Hal ini diharapkan dapat menggenjot penjualan perseroan.
Luki memastikan ambisi Mega Perintis untuk tumbuh lebih baik lagi pada 2025. Tahun 2025 ini, Luki optimis bahwa stimulus ekonomi dari pemerintah, serta sejumlah long weekend pada tahun ini, dapat meningkatkan daya beli serta keinginan masyarakat untuk berbelanja.
Selain itu, di tengah kondisi rupiah yang masih belum stabil, Luki memastikan Mega Perintis akan melakukan optimalisasi dan efisiensi produk. Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit dan pertumbuhan laba bersih hingga tiga digit.
“Tahun 2025, perseroan menargetkan adanya pertumbuhan dari sisi penjualan sebesar 15 persen, sehingga revenue target untuk 2025 adalah sebesar Rp840 miliar. Sedangkan, secara net profit sendiri, (target) growth kami cukup tinggi yaitu 391,87 persen. Dengan net profit 2025 yang kita targetkan adalah Rp340 miliar,” jelasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Poin Penting Bank Indonesia (BI) menambah kuota dan memajukan jadwal pemesanan tukar uang tahap kedua… Read More
Poin Penting PT Kereta Api Indonesia Daop 6 Yogyakarta memastikan diskon 30% tiket KA Lebaran… Read More
Poin Penting Menkop menargetkan percepatan pembangunan 30.336 Kopdes Merah Putih untuk memperkuat ekonomi desa dan… Read More
Poin Penting Bank Jambi menjamin mengganti penuh dana nasabah yang hilang jika audit membuktikan ada… Read More
Poin Penting JPMorgan Chase menutup rekening Donald Trump dan bisnisnya pada Februari 2021, sekitar sebulan… Read More
Poin Penting Dalam FGD yang digelar Nusantara Impact Center, Wijayanto Samirin menegaskan risiko bisnis tidak… Read More