Ekonomi dan Bisnis

Mega Perintis Targetkan Laba Tumbuh 391 Persen di 2025 Meski Laba 2024 Terjun Bebas

Jakarta – PT Mega Perintis Tbk (IDX: ZONE), perusahaan yang bergerak di bidang fesyen ritel, menghadapi tahun 2024 yang penuh tantangan akibat berbagai dinamika ekonomi dan geopolitik global. Hal tersebut berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan sepanjang tahun lalu.

Direktur Mega Perintis, Luki Rusli, mengungkapkan bahwa penjualan bersih perusahaan turun 3,68 persen menjadi Rp708,36 miliar. Penurunan tersebut diiringi dengan kenaikan beban pokok penjualan sebesar 6,25 persen menjadi Rp347,3 miliar pada 2024.

Kombinasi penurunan penjualan dan meningkatnya beban membuat laba bersih perusahaan merosot tajam sebesar 85 persen, dari Rp46,97 miliar menjadi hanya Rp7,04 miliar. Kondisi ini mendorong Mega Perintis untuk menyiapkan strategi baru pada 2025.

Baca juga: Mega Perintis Siap IPO di Harga Rp250-Rp300

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menyiapkan capital expenditure (Capex) sebesar Rp23 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk ekspansi usaha.

“(Capex) ditujukan untuk pembukaan gerai-gerai baru. Kemudian, kami juga lakukan yang namanya revitalisasi daripada existing store atau renovasi. Dan, anggaran Capex juga kami alokasikan sebagian juga untuk pengadaan mesin-mesin automation,” kata Luki dalam public expose (pubex) Mega Perintis, Rabu, 4 Juni 2025.

Penambahan Gerai dan Efisiensi Operasional

Selain itu, Mega Perintis berencana membuka setidaknya enam gerai baru untuk merek Zone dan Minimal, yang merupakan gerai fesyen milik perseroan. Tidak sampai di sana, perusahaan ini juga tengah mengusahakan menekan biaya operasional.

“Tentunya, kami perlu mengelola dan mengurangi atau melakukan efisiensi biaya operasional, dengan mengadakan tambahan mesin-mesin otomasi yang dapat menunjang atau meningkatkan produktiviti proses produksi yang dilakukan oleh anak usaha,” jelas Luki.

Baca juga: Ditopang Sektor Infrastruktur, IHSG Ditutup Menguat 0,25 Persen

Mega Perintis juga akan merambah ke pasar penjualan secara online, baik itu melalui marketplace maupun website perusahaan. Hal ini diharapkan dapat menggenjot penjualan perseroan.

Luki memastikan ambisi Mega Perintis untuk tumbuh lebih baik lagi pada 2025. Tahun 2025 ini, Luki optimis bahwa stimulus ekonomi dari pemerintah, serta sejumlah long weekend pada tahun ini, dapat meningkatkan daya beli serta keinginan masyarakat untuk berbelanja.

Target Pertumbuhan Agresif

Selain itu, di tengah kondisi rupiah yang masih belum stabil, Luki memastikan Mega Perintis akan melakukan optimalisasi dan efisiensi produk. Perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan dua digit dan pertumbuhan laba bersih hingga tiga digit.

“Tahun 2025, perseroan menargetkan adanya pertumbuhan dari sisi penjualan sebesar 15 persen, sehingga revenue target untuk 2025 adalah sebesar Rp840 miliar. Sedangkan, secara net profit sendiri, (target) growth kami cukup tinggi yaitu 391,87 persen. Dengan net profit 2025 yang kita targetkan adalah Rp340 miliar,” jelasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

5 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

10 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

10 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

12 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

22 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

22 hours ago