Ilustrasi: Gedung MNC Digital. Foto: Istimewa.
Jakarta – PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) melaporkan kinerja pendapatan untuk sembilan bulan pertama tahun 2024 sebesar Rp5,96 triliun, mengalami penurunan tipis sebesar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp6,04 triliun. Namun, secara kuartalan, pendapatan tumbuh 1 persen menjadi Rp1,62 triliun.
Di sektor pendapatan digital, MNCN mencatatkan pendapatan senilai Rp1,94 triliun, hingga September 2024, meningkat 2 persen secara tahunan dari Rp1,91 triliun tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh superapp AVOD RCTI+, portal online iNews Media Group, dan pendapatan dari media sosial.
Baca juga: Beban Bunga Bengkak, Laba MNC Bank Turun 14,66 Persen jadi Rp49,47 M di September 2024
Sebaliknya, pendapatan non-digital mengalami penurunan sebanyak 26 persen secara tahunan, menjadi Rp2,52 triliun dibandingkan Rp3,39 triliun pada tahun 2023.
Meskipun mengalami penurunan pada pendapatan non-digital, MNCN tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin industri dengan pangsa pasar sebesar 36,9 persen.
Dalam hal ini, MNCN berharap dapat mendorong pendapatan TV FTA pada kuartal IV-2024 melalui program-program unggulan hinngga akhir tahun.
Baca juga: Laba Bersih MNC Digital Turun 14,75%, Ini Penyebabnya
Di sisi lain, pendapatan konten dan IP, serta pendapatan berlangganan juga mengalami peningkatan signifikan, masing-masing naik 44 persen menjadi Rp1,35 triliun dan 31 persen menjadi Rp493 miliar.
Co-CEO MNC Group, Angela Tanoesoedibjo mengungkapkan kepuasan atas hasil yang dicapai hingga September 2024, meskipun di tengah berbagai tantangan.
“Ke depan, kami akan terus memprioritaskan dan mengembangkan sumber pendapatan lainnya, berinvestasi pada area yang tepat untuk mendukung bisnis, dan fokus pada kemajuan teknologi yang berkelanjutan. Kami yakin upaya ini akan semakin meningkatkan kinerja MNCN,” ucap Angela dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 4 November 2024.
Baca juga: MNCN dan SCMA Umumkan Kerjasama Strategis
Dari sisi EBITDA dan laba bersih hingga September 2024, keduanya juga menunjukkan penguatan, masing-masing meningkat 1 persen menjadi Rp1,91 triliun dan laba bersih naik 7 persen yoy menjadi Rp1,02 triliun. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More
Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More
Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More
By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More
Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More