Market Update

MDIY Catat Pendapatan Tumbuh Double Digit Jadi Rp5,7 T hingga September 2025

  • Pendapatan Naik 17,3% – MDIY mencatat pendapatan Rp5,7 triliun hingga September 2025, didorong pertumbuhan permintaan dan ekspansi nasional.
  • Laba dan Arus Kas Meningkat – Laba kotor naik 18,2% menjadi Rp3,2 triliun, EBITDA tumbuh 15,7%, dan kas operasi melonjak 94,5% menjadi Rp1 triliun.
  • Ekspansi Toko Agresif – MDIY membuka 70 toko baru di kuartal III 2025, memperluas jaringan menjadi 1.154 toko di seluruh Indonesia.

Jakarta – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) berhasil mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 17,3 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp5,7 triliun pada sembilan bulan yang berakhir 30 September 2025.

Direktur Utama MDIY, Edwin Cheah, mengatakan bahwa kinerja tersebut didukung oleh pertumbuhan permintaan dan ekspansi berkelanjutan di seluruh Indonesia. Menurutnya, performa ini menegaskan eksekusi yang konsisten dan daya tahan Perseroan, di tengah kondisi pasar yang terus berubah.

Menurutnya, dengan jaringan toko yang semakin luas dan profitabilitas yang terjaga, Perseroan terus
mempertahankan momentum pertumbuhan pesat di tengah kondisi pasar yang dinamis.

“Bisnis MDIY terus berkembang kami fokus pada strategi jangka panjang dan kesiapan dalam merespons kebutuhan pelanggan. Kami memasuki sisa 2025 dengan momentum kuat untuk mempertahankan pertumbuhan dan memperkuat profitabilitas,” ujar Edwin dalam keterangan resmi dikutip, Jumat, 31 Oktober 2025.

Baca juga: Laba Bersih MDIY Lompat 160 Persen jadi Rp226 Miliar di Kuartal I 2025

Berdasarkan laporan tersebut, MDIY mencatat laba kotor meningkat 18,2 persen menjadi Rp3,20 triliun hingga 30 September 2025. Sementara itu, EBITDA naik 15,7 persen menjadi Rp1,87 triliun.

Di sisi lain, Perseroan juga membukukan pertumbuhan kas bersih dari aktivitas operasi sebesar 94,5 persen menjadi Rp1,0 triliun, serta mempertahankan rasio utang terhadap ekuitas (gearing ratio) yang sehat di level 0,4x. Kondisi ini mencerminkan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk mendukung ekspansi berkelanjutan.

Keuangan Sehat dan Fokus Jangka Panjang

Adapun, Direktur Keuangan MDIY, Rika Juniaty Tanzil, menambahkan bahwa Perseroan terus mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 17,3 persen dengan profitabilitas yang tetap solid. “Volume kunjungan pelanggan tetap kuat, didukung oleh ekspansi berkelanjutan di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Baca juga: Emiten Ritel MDIY Kantongi Laba Bersih Rp1,1 Triliun di 2024, Melesat 205,6 Persen

“Ditopang oleh arus kas sehat, neraca keuangan solid serta eksekusi disiplin, MDIY siap menavigasi dinamika pasar dan terus bertumbuh di sisa 2025 dan seterusnya,” tutup Rika.

Sebagai informasi, sepanjang kuartal III 2025, Perseroan menjangkau wilayah baru seperti Barito Timur, Bolaang Mongondow, Hulu Sungai Selatan, Kutai Barat, dan Pesawaran.

Dengan ekspansi tersebut, MDIY mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin sektor ritel kebutuhan rumah tangga di Indonesia, setelah membuka 70 toko baru sepanjang Juli–September 2025. Total jaringan MDIY kini mencapai 1.154 toko di seluruh Indonesia. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

4 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

4 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

4 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

5 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

5 hours ago