News Update

McKinsey: Indonesia Siap Memasuki Gelombang Baru Investasi Asing

Jakarta – Di tengah ketegangan geopolitik global dan penyesuaian rantai pasok, McKinsey Global Institute menilai bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menarik gelombang baru investasi asing langsung (FDI).

Dijelaskan oleh Khoon Tee Tan, McKinsey & Company Managing Partner and Senior Partner Indonesia, pada 2-3 tahun terakhir, arus investasi asing ke Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan. Hal ini dinilai membuka kesempatan untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Saya pikir ini sebenarnya merupakan tantangan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk benar-benar memulai gelombang tersendiri dalam menarik investasi asing langsung,” ujar Khoon pada Rabu, 30 April 2025.

Baca juga: McKinsey Sebut RI Perlu Lirik Sektor Ini untuk Dongkrak Ekonomi

Tetapi, Khoon mengingatkan bahwa Indonesia tidak sendirian dalam menarik modal asing. Banyak negara lain juga tengah bersaing untuk menggaet investor internasional di tengah kondisi ekonomi dunia yang berubah cepat.

Menurutnya, ada 5 aspek penting yang perlu dimaksimalkan, termasuk akses ke permodalan swasta domestik dan kredibilitas institusi. Hal ini menjadi kunci agar Indonesia tetap kompetitif di mata investor.

“Kita harus maksimalkan modal. Menurut saya, penyaluran melalui kredit swasta di Indonesia adalah salah satu langkah investasi terbaik. Karena, kalau di sini saja tidak berinvestasi, bagaimana negara lain mau masuk,” tegas Khoon.

Khoon juga menyoroti pentingnya reformasi kelembagaan. Dengan membentuk kondisi yang kondusif dan iklim investasi yang menarik, Indonesia bisa menjadi pusat pertumbuhan investasi regional.

Selain itu, sektor manufaktur dan jasa bernilai tambah disebut sebagai fokus utama. Pemerintah perlu lebih tajam dalam menentukan sektor prioritas dan kebutuhan tenaga kerja terampil.

“Saya merasa, mengembangkan sumber daya manusia juga penting dan harus sangat fokus terkait sektor mana yang perlu didorong, dan apa saja kesenjangan sumber daya manusia yang kita hadapi di sektor-sektor tersebut,” jelasnya.

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, BSI Gelar Global Islamic Finance Summit 2025

Sebagai informasi, laporan dari Kementerian Investasi menyebut bahwa pada 2024 lalu, FDI yang masuk ke Indonesia pada 2024 mencapai USD55,3 miliar. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi selama beberapa tahun terakhir, tumbuh 33,3 persen dari angka 2023.

Tak hanya itu, realisasi investasi total, termasuk sumber domestik, mencapai Rp1.714,2 triliun. Angka tersebut meningkat 20,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Recent Posts

Permata Bank Bidik Pertumbuhan Kartu Kredit 20 Persen dari Travel Fair 2026

Poin Penting Permata Bank menargetkan pertumbuhan transaksi kartu kredit 20% lewat Travel Fair 2026 bersama… Read More

4 mins ago

OTT Pegawai Pajak oleh KPK Dinilai Jadi Titik Balik Perkuat Kepercayaan Publik

Poin Penting OTT pegawai pajak dinilai momentum bersih-bersih institusi, bukan cerminan keseluruhan DJP. DPR menegaskan… Read More

53 mins ago

Trump Ancam Tarif 25 Persen bagi Mitra Dagang Iran, Ini Daftar Negaranya

Poin Penting Trump mengancam tarif 25% bagi negara yang berdagang dengan Iran, berlaku untuk seluruh… Read More

1 hour ago

IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Menguat, Sentuh ATH Baru di Posisi 9.038

Poin Penting IHSG sesi I menguat 0,89% ke level 9.028 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang… Read More

2 hours ago

Kasus Suap Pajak, Purbaya Kocok Ulang PNS DJP: Ke Daerah Terpencil atau Dirumahkan

Poin Penting Menkeu Purbaya akan mengevaluasi pegawai DJP usai OTT KPK terkait dugaan suap pemeriksaan… Read More

2 hours ago

Pemimpin Bank Sentral Global Kompak Dukung Powell usai Ancaman Pidana Trump

Poin Penting Bank sentral global kompak dukung Jerome Powell usai ancaman pidana dari Donald Trump.… Read More

2 hours ago