Ilustrasi papan layar pergerakan saham IHSG. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa, 22 Juli 2025, kembali ditutup menghijau ke level 7.413,31 dari posisi 7.398,19 atau menguat 0,20 persen.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini, sebanyak 18,42 miliar saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,19 juta kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,56 triliun.
Kemudian, tercatat terdapat 318 saham terkoreksi, sebanyak 238 saham menguat dan sebanyak 239 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Katalis Penggeraknya
Meski IHSG ditutup menguat, mayoritas sektor justru berada di zona merah. Sektor bahan baku tercatat turun 0,94 persen, sektor siklikal merosot 0,73 persen, sektor non-siklikal melemah 0,46 persen, dan sektor industri terkoreksi 0,42 persen.
Selain itu, sektor transportasi turun 0,32 persen, sektor keuangan melemah 0,26 persen, sektor kesehatan terkoreksi 0,25 persen, dan sektor properti melemah 0,11 persen.
Di sisi lain, beberapa sektor mencatatkan penguatan, yakni sektor infrastruktur yang melonjak 2,82 persen, sektor teknologi naik 0,72 persen, serta sektor energi yang menguat 0,58 persen.
Baca juga: IHSG Lanjut Ngegas, Pagi Ini Dibuka Tembus Level 7.450
Adapun, indeks-indeks bursa Asia mayoritas menguat, dengan Hang Seng Index naik 0,26 persen dan Shanghai Composite Index Shanghai menguat 0,25 persen. Sedangkan, Nikkei 225 Index Tokyo turun 0,27 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More