Jakarta–Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) menyepakati untuk tidak membagikan dividen dari perolehan laba tahun buku 2015.
Maybank Indonesia sepakat bahwa sebagian perolehan laba di 2015 atau sebesar Rp1,08 triliun digunakan sebagai laba ditahan.
“RUPST Maybank Indonesia juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih Perseroan sebesar Rp56,9 miliar digunakan sebagai cadangan umum guna memenuhi ketentuan dalam Pasal 70 ayat 1 Undang-undang Perseroan Terbatas dan Pasal 25 Anggaran Dasar Perseroan,” kata Presiden Direktur Maybank Indonesia Taswin Zakaria di Jakarta, Jumat, 22 April 2016.
Sekedar informasi Maybank Indonesia sendiri membukukan laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali mencapai Rp1,14 triliun untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2015. Jumlah tersebut meningkat sebesar 60,9% jika dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Selain soal dividen RUPST juga menyetujui untuk mengangkat kembali Datuk Abdul Farid bin Alias sebagai Komisaris, Achjar Iljas sebagai Komisaris Independen dan Ghazali bin Mohd Rasad sebagai Direktur.
Berikut susunan Dewan Komisaris dan Direksi Maybank Indonesia setelah RUPST:
Dewan Komisaris:
1. Tan Sri Dato’ Megat Zaharuddin bin Megat Mohd Nor (Presiden Komisaris)
2. Datuk Abdul Farid bin Alias (Komisaris)
3. Spencer Lee Tien Chye (Komisaris)
4. Umar Juoro (Komisaris Independen)
5. Budhi Dyah Sitawati (Komisaris Independen)
6. Achjar Iljas (Komisaris Independen)
Direksi:
1. Taswin Zakaria (Presiden Direktur)
2. Thilagavathy Nadason (Direktur)
3. Ghazali bin Mohd Rasad (Direktur)
4. Jenny Wiriyanto (Direktur)
5. Dhien Tjahajani (Direktur yang membawahkan Kepatuhan, Hukum dan Corporate Secretary serta sebagai Direktur Independen guna memenuhi Peraturan Bursa Efek Indonesia No. I-A Tahun 2014)
6. Henky Sulistyo (Direktur)
7. Eri Budiono (Direktur)
8. Irvandi Ferizal (Direktur). (*) Dwitya Putra
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting BEI melakukan evaluasi mayor dan minor sejumlah indeks untuk periode Februari 2026, dengan… Read More
Poin Penting Empat alumni LPDP telah mengembalikan dana hingga Rp2 miliar per orang karena tidak… Read More
Poin Penting WSKT dan Kementerian PU bangun 5 blok Huntara di Aceh Utara, menampung hingga… Read More
Poin Penting OJK menetapkan free float minimum saham menjadi 15 persen, naik dari 7,5 persen,… Read More
Poin Penting BRI membuka peluang rasio dividen 2025 lebih tinggi, didukung CAR kuat di level… Read More
Poin Penting Grab melalui A5-DB Holdings menambah kepemilikan saham Superbank (SUPA) sebanyak 253,91 juta saham… Read More