Manajemen Maybank Indonesia; Kejar target. (Foto: Dok. Budi Urtadi)
Jakarta–PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini akan berada di kisaran 11% hingga 12% atau tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya.
Presiden Direktur PT Bank Maybank Indonesia, Taswin Zakaria mengaku, management memprediksi pertumbuhan industri perbankan belum sepenuhnya membaik di tahun ini, sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan kredit perseroan.
“Kredit tahun lalu kita tumbuh 11%. Tahun ini sekitar 11 hingga 12%,” Taswin kepada wartawan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 25 Januari 2016.
Sementara lanjut Taswin, dari sisi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan laba, perseroan menargetkan angka yang tidak akan jauh dari pertumbuhan tahun lalu. Namun, pihaknya enggan menyebutkan angka pasti target tersebut.
Seperti diketahui, pada kuartal III-2015 laba bersih Maybank Indonesia tercatat sebesar Rp592 miliar. Nilai tersebut naik 70,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp347 miliar. Meroketnya laba bersih tersebut disebabkan kinerja keuangan perseroan yang positif. Tercatat pendapatan bunga bersih perusahaan meningkat 10,5% dari Rp4,3 triliun menjadi Rp4,8 triliun.
Sementara, pendapatan operasional lain (fee based income) juga tercatat meningkat sebesar 12,4% dari Rp1,4 triliun menjadi Rp1,6 triliun. Peningkatan fee based income tersebut didukung dari advisory activities, asuransi dan transaksi valuta asing.
Perseroan juga mencatat pertumbuhan kredit sebesar 6,6% dari Rp104,6 triliun menjadi Rp111,5 triliun. Simpanan dari nasabah perseroan juga menunjukkan pertumbuhan sebesar 6,8% dari Rp103,6 triliun menjadi Rp110,6 triliun. Sedangkan aset tercatat tumbuh 6,5%menjadi Rp153,9 triliun.
“Kalau untuk perțumbuhan laba bersih Desember mungkin lebih sedikit dibanding November. Tapi untuk angkanya kita belum bisa sebutkan. Nanti tunggu Desember lah,” tutupnya. (*) Dwitya Putra
Jakarta - Tarif baru yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS) diyakini akan mengubah perdagangan global… Read More
Jakarta - Pemberlakuan tarif impor baru Amerika Serikat (AS) berpotensi memberikan tekanan besar terhadap pasar… Read More
Washington - Menteri Keuangan Amerika Serikat (Menkeu AS), Scott Bessent menyarankan negara-negara yang terdampak tarif… Read More
Jakarta - Guru Besar Bidang Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), Didin S. Damanhuri membeberkan sejumlah… Read More
Jakarta – Presiden Donald Trump mengumumkan tarif resiprokal hingga 54 persen terhadap lebih dari 60 negara mitra… Read More
Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif kebijakan impor baru 10 persen… Read More