Jakarta–PT Maybank Indonesia Tbk mencatatkan kinerja positif pada triwulan tiga 2016. Laba bersih meningkat 118,4% menjadi Rp1,3 triliun, dibanding Rp592,2 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kinerja keuangan ditopang oleh pertumbuhan pendapaatan bunga bersih yang naik 14,8% menjadi Rp5,5 triliun. Juga dari pendapatan nonbunga yang melonjak 21,4% menjadi Rp1,9 triliun.
Kenaikan pendapatan nonbunga diperoleh dari fee bancasurrance dari kemitraan baru dengan Allianz, fee terkait tresuri, administrasi pinjaman dan ritel, serta jasa lain yang diberikan Bank.
Adapun kinerja perkreditan meningkat 4,4% secara setahunan dari Rp111,5 triliun menjadi Rp116,4 triliun. Dengan kualitas kredit yang tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) yang membaik dari 4,2% secara gross menjadi 4%.
Rasio kredit terhadap DPK (LDR) ada di level 88%, sedangkan marjin bunga bersih (NIM) naik dari 4,8% menjadi 5,1%. Sementara rasio kecukupan modal (CAR) menigkat menjadi 17,7% dengan total modal sebesar Rp21,9 triliun.
“Kami gembira menyampaikan bahwa Bank terus menunjukkan peningkatan operasional dalam periode sembilan bulan. Kinerja bisnis inti kami meningkat signifikan selaras dengan upaya pngelolaan risiko dan biaya yang ketat serta kedisiplinan dalam penentuan pricing dan pertumbuhan,” tutur Presiden Direktur Maybank Indonesia, Taswin Zakaria dalam siaran persnya, kemarin.
Ia menambahkan, bahwa pihaknya optimis dapat menutup tahun keuangan 2016 dengan hasil yang baik dengan tetap memperhatikan kondisi pasar yang penuh tantangan hingga akhir tahun. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More