Gedung Maybank Indonesia
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba setelah pajak dan kepentingan nonpengendali (PATAMI) sebesar Rp1,66 triliun pada 2025, atau tumbuh 48,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Sejalan dengan itu, laba sebelum pajak (PBT) meningkat 38,9 persen YoY menjadi Rp2,22 triliun. Kinerja positif ini ditopang oleh penurunan beban provisi serta pengelolaan biaya yang lebih efisien.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 1,6 persen YoY dengan net interest margin (NIM) terjaga di level 4,3 persen.
Baca juga: Maybank Indonesia Buka Rencana 2026, Targetkan Kredit Tumbuh hingga 10 Persen
Sementara itu, pendapatan nonbunga (non-interest income/NOII) naik 8,1 persen, terutama didorong kontribusi global markets, asset recovery, dan wealth management.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) membaik menjadi 2,2 persen (gross) dan 1,3 persen (net), dibandingkan tahun sebelumnya. Saldo NPL juga turun 19,5 persen YoY.
Baca juga: Super! Laba Bersih BTN Meroket di Atas 500 Persen pada Januari 2026
Permodalan bank tetap solid dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 27,3 persen dan common equity tier 1 (CET1) 26,1 persen. Likuiditas terjaga dengan loan-to-deposit ratio (LDR) 90,3 persen serta liquidity coverage ratio (LCR) 175,8 persen.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan 2025 menjadi momentum bagi Maybank Indonesia untuk memperkuat profitabilitas dan fundamental bank di tengah ketidakpastian pasar.
“Di sepanjang 2025, kami berfokus untuk meningkatkan kualitas pendapatan yang mumpuni serta berkelanjutan pada sejumlah lini bisnis kami yang terus menunjukkan perkembangan,” ujar Steffano, dalam keterangannya, Rabu, 25 Februari 2026.
Baca juga: Perluas Akses Investasi Nasabah, Maybank AM Luncurkan Tiga Reksa Dana Anyar
Ia menambahkan, perseroan disiplin mengelola biaya dan mengoptimalkan struktur pendanaan dengan pengelolaan risiko yang kuat, sehingga profitabilitas meningkat, diiringi kualitas aset yang semakin sehat serta neraca yang lebih resilien. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More
Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More
Poin Penting PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meluncurkan Program Rindu Haji (9 Februari–31 Desember 2026)… Read More