Keuangan

Maybank Finance Bidik Pembiayaan Tumbuh 15 Persen di 2025

Jakarta – PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance) membidik pembiayaan roda empat atau mobil tumbuh sekitar 15 persen pada 2025. Target ini dicapai melalui sejumlah strategi yang bakal dilakukan perusahaan.

“Targetnya sekitar 15 persen, kita harus optimis meski ke depannya kita tahu endingnya seperti apa,” kata Arief Soerendro, Direktur Maybank Finance saat ditemui dalam acara Infobank Multifinance Connect 2025 bertajuk “Improving Multifinance Industry Competitiveness through Service Management and Efficiency”, di Jakarta, Rabu, 19 Februari 2025.

Diakuinya, pencapaian target perusahaan tersebut terjadi di tengah kompleksitas yang cukup menantang, baik dari sisi penjualan mobil hingga ekonomi yang belum stabil.

Baca juga : Cara Maybank Sekuritas dan BEI Tingkatkan Literasi Pasar Modal ke Generasi Muda

“Kalau kita lihat 2025 ini kan kompleksitasnya cukup banyak, baik dari sisi penjualan mobil dan ekonomi juga belum stabil walaupun dengan era pemerintahan baru ini,” jelasnya.

Dilansir laman resmi perusahaan, pembiayaan roda empat Maybank Finance tumbuh 11,8 persen menjadi Rp7,44 triliun pada kuartal I 2024 dari Rp6,65 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini seiring dengan diterapkannya strategi ‘super growth’ untuk memperkuat portofolio pembiayaan ritel, khususnya otomotif melalui pendekatan ‘One-Maybank’ dengan nasabah.

Baca juga : Mandala Finance Genjot Pembiayaan Kendaraan Roda Empat, Tumbuh Berapa?

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan, penyaluran pembiayaan roda empat per Oktober 2024 masih mencatatkan peningkatan di tengah menurunnya penjualan mobil.

Outstanding pembiayaan kendaraan bermotor roda empat per Oktober 2024 memiliki porsi sebesar 56,39 persen dari total seluruh pembiayaan kendaraan bermotor,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

1 hour ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

7 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

7 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

7 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago