Di tengah kondisi perekonomian yang melambat dan iklim bisnis yang penuh tantangan, Perseroan berhasil menutup tahun 2016 dengan hasil yang menggembirakan, yaitu mampu membukukan kenaikan Iaba bersih sebesar 71 persen. “Pencapaian ini adalah merupakan rekor tertinggi yang pernah diraih Perseroan,” tegas Taswin.
Ia menjelaskan, pada RUPST Maybank Indonesia pada hari ini telah menetapkan penggunaan Iaba bersih Perseroan untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2016 dan menyetujui perubahan susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan.
Pada RUPST yang diadakan pada hari ini, disetujui penggunaan laba bersih perseroan sebesar 1 persen atau Rp19.483.114.059 sebagai dana cadangan umum. Ini dilakukan guna memenuhi ketentuan dalam PasaI 70 ayat 1 Undang-undang Perseroan Terbatas dan pasaI 25 Anggaran Dasar Perseroan. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More