Categories: Keuangan

Maybank Asset Management Incar Pasar Luar Negeri

JakartaChief Financial Officer (CEO) Maybank Asset Management Group, Nor’Azamin Bin Salleh mengungkapkan keinginannya membawa produk-produk PT Maybank Asset Management (Maybank AM) untuk dipasarkan di luar negeri.

“Kita ingin bawa produk Indonesia ke market di Eropa, Amerika, Asia Pasifik. Kita sekarang sedang dalam proses finalisasi kerja sama dengan aset manajer di Jepang, kita juga ada kerja sama dengan aset manajer di China dan Australia, jadi kita ingin bawa produk Indonesia supaya dikenal di luar negeri,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Utama Maybank AM, Denny R. Thaher mengatakan saat ini Maybank AM telah memiliki satu produk yang telah terdaftar di Otoritas Singapura. Ke depan, akan lebih banyak produk yang dipasarkan di luar negeri karena peminatnya lumayan besar.

“Indonesia memiliki daya tarik bagi investor dibanding negara-negara lain,” kata Denny dalam kesempatan yang sama. Maybank AM saat ini memiliki 15 produk dengan total dana kelolaan per 12 Oktober 2015 sebesar Rp840,9 miliar. Sementara Maybank Asset Management Group total dana kelolaannya mencapai US$3,6 miliar dimana sekitar 38% merupakan produk-produk syariah. (*) Ria Martati

Paulus Yoga

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

7 hours ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

12 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

13 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

13 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

13 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

13 hours ago