Pound masih tertekan
Jakarta – Poundsterling kembali terekspos ke penurunan tajam pekan ini. Hal ini dipicu oleh data domestik yang statis yang memicu wacana bahwa Brexit mulai menampakkan pengaruhnya dalam perekonomian Inggris.
Data Inggris pada Agustus menunjukkan inflasi sebesar 0,6%. Sementara tingkat pengangguran Inggris tidak berubah di level 4,9%. Hal ini menyebabkan, investor bearish pun termotivasi untuk mengantarkan harga menjadi lebih rendah lagi.
“Sepertinya poundsterling saat ini semakin sensitif terhadap data domestik dan berpotensi mengalami volatilitas yang lebih tinggi lagi karena investor meninjau kembali dampak Brexit terhadap ekonomi” ujar Lukman Otunuga, Reseacrh Analyst FXTM.
Lukman menambahkan, walaupun serangkaian data positif dalam beberapa pekan terakhir mampu membantu nilai tukar Sterling, masalah Brexit masih tetap membatasi peningkatan kurs mata uang ini. (*)
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More
Poin Penting Sepanjang 2025, ACA membukukan premi sekitar Rp6 triliun, melonjak tajam dibandingkan lima-enam tahun… Read More