Pound masih tertekan
Jakarta – Poundsterling kembali terekspos ke penurunan tajam pekan ini. Hal ini dipicu oleh data domestik yang statis yang memicu wacana bahwa Brexit mulai menampakkan pengaruhnya dalam perekonomian Inggris.
Data Inggris pada Agustus menunjukkan inflasi sebesar 0,6%. Sementara tingkat pengangguran Inggris tidak berubah di level 4,9%. Hal ini menyebabkan, investor bearish pun termotivasi untuk mengantarkan harga menjadi lebih rendah lagi.
“Sepertinya poundsterling saat ini semakin sensitif terhadap data domestik dan berpotensi mengalami volatilitas yang lebih tinggi lagi karena investor meninjau kembali dampak Brexit terhadap ekonomi” ujar Lukman Otunuga, Reseacrh Analyst FXTM.
Lukman menambahkan, walaupun serangkaian data positif dalam beberapa pekan terakhir mampu membantu nilai tukar Sterling, masalah Brexit masih tetap membatasi peningkatan kurs mata uang ini. (*)
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More