Pound masih tertekan
Jakarta – Poundsterling kembali terekspos ke penurunan tajam pekan ini. Hal ini dipicu oleh data domestik yang statis yang memicu wacana bahwa Brexit mulai menampakkan pengaruhnya dalam perekonomian Inggris.
Data Inggris pada Agustus menunjukkan inflasi sebesar 0,6%. Sementara tingkat pengangguran Inggris tidak berubah di level 4,9%. Hal ini menyebabkan, investor bearish pun termotivasi untuk mengantarkan harga menjadi lebih rendah lagi.
“Sepertinya poundsterling saat ini semakin sensitif terhadap data domestik dan berpotensi mengalami volatilitas yang lebih tinggi lagi karena investor meninjau kembali dampak Brexit terhadap ekonomi” ujar Lukman Otunuga, Reseacrh Analyst FXTM.
Lukman menambahkan, walaupun serangkaian data positif dalam beberapa pekan terakhir mampu membantu nilai tukar Sterling, masalah Brexit masih tetap membatasi peningkatan kurs mata uang ini. (*)
Poin Penting PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More
Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More
Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More
Poin Penting Ekspor Indonesia ke Timur Tengah hanya sekitar 4,2% dari total ekspor, sehingga dampak… Read More