News Update

Masuknya Kookmin Bank Pacu Bisnis Bukopin

Jakarta– Setelah masuknya bank asal Korea KB Kookmin Bank menjadi salah satu pemegang saham PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin), Bukopin mengaku terus memacu bisnisnya hingga akhir tahun 2018 mendatang.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Bank Bukopin M. Rachmat Kaimuddin menyebut, pihaknya membidik angka perolehan laba Rp500 miliar hingga akhir tahun ini. Pihaknya juga mengaku akan terus menggenjot angka penyaluran kredit miliknya.

“Target laba untuk sampai akhir tahun kita mungkin secara umum laba nett Rp400 miliar sampai Rp500 miliar, dan kredit 3 bulan terakhir akan tambah Rp1,5 triliun hingga Rp2,5 triliun,” kata Rachmat di Jakarta, Selasa 16 Oktober 2018.

Tak hanya itu, pihaknya juga bakal merubah porsi penyaluran kreditnya hingga akhir tahun ini. Pihaknya mengaku akan menyesuaikan segmen kredit yang disasar oleh KB Kookmin Bank yang fokus pada penyaluran UMKM.

Baca juga: Bukopin Siapkan Refinancing Subdebt Rp1,5 Triliun Tahun 2019

“Kalau dilihat secara umum memang sesuai strategi kita fokus ke ritel, segmen consumer loan dan juga UMKM, itu akan kita push karena komposisi ke depan kita harapkan konsumer dan retail bukan hanya 66 sampai 67 persen tapi bisa diatasi 75 persen dan komersialnya 25 persen,” jelas Rachmat.

Sebagai informasi, hingga kuartal III-2018 Bukopin mencatatkan angka kredit Rp66,97 triliun. Dari angka tersebut sebagian besar disalurkan ke sektor ritel, yaitu UMKM (43,39%) dan konsumer (23,94%), sementara komersial sebesar 32,67%.

Sebelumnya, setelah proses Penawaran Umum Terbatas IV/2018 (rights issue), KB Kookmin Bank saat ini masuk menjadi salah satu pemegang saham Bank Bukopin sebesar 22 persen Rachmat optimistis dengan dukungan pemegang saham yang andal dan beragam, yaitu PT Bosowa Corporindo 23%, KOPELINDO 11,5%, Pubik 34,2% dan Negara Republik Indonesia 8,9%.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

13 mins ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

35 mins ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

53 mins ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

2 hours ago

LPDP Minta Maaf atas Polemik Alumni Berinisial DS

Poin Penting LPDP menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang ditimbulkan alumni berinisial DS dan menilai… Read More

3 hours ago

AdaKami Berkontribusi hingga Rp10,96 Triliun ke PDB Nasional

Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More

3 hours ago