Nasional

Masuk Tahap Lelang, Danantara Tegaskan Tak Dominasi Pembiayaan Proyek WtE

Poin Penting

  • Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL/WtE) ditargetkan mulai groundbreaking Maret 2026, dengan fokus awal di Bekasi, Bogor Raya, Yogyakarta, dan Bali
  • Penentuan pemenang BUPP menggunakan skema penilaian formula dengan bobot teknis 50 persen dan finansial 50 persen
  • Struktur pembiayaan proyek terdiri dari 70 persen utang dan 30 persen ekuitas. Danantara mengambil minimal 30 persen dari total ekuitas.

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah menyiapkan implementasi program nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste to Energy (WtE).

Proyek yang direncanakan masuk masa groundbreaking pada Maret 2026 ini telah melalui tahapan lelang pemilihan mitra bisnis dengan fokus utama pada empat wilayah, yakni Bekasi, Bogor Raya, Yogyakarta, dan Bali.

Syarat peluncuran request for proposal (RFP) meliputi kesiapan lahan, jaminan pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari, komitmen jelas dari pemerintah daerah.

Penentuan pemenang Badan Usaha Pelaksana Program (BUPP) PSEL menggunakan sistem penilaian berbasis formulam, yakni komponen teknis (50 persen) dan komponen finansial (50 persen).

Baca juga: Pandu Sjahrir: Danantara Setiap Hari Borong Saham, Fokus Emiten Fundamental Solid

Aspek Teknis mencakup desain, keandalan teknologi ramah lingkungan, kepatuhan lingkungan, jadwal konstruksi, dan keterlibatan mitra lokal. Sementara aspek finansial mencakup IRR proyek, struktur pembiayaan, dan kekuatan sponsor.

Terkait pembiayaan, Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir menyatakan jika keterlibatan Danantara dalam skema pendanaan proyek WtE dilakukan dengan porsi minimal 30 persen.

Pandu menerangkan, struktur pendanaan proyek WtE sendiri terdiri atas 70 persen dari pinjaman (debt) dan 30 persen dari ekuitas.

“Kita kan minimum 30 persenm dari 30 persen itu, kurang lebih begitu. Karena kan ada juga teknologi partner yang ikut. Semuanya kita minimum 30 persen dari total ekuitas,” ujar Pandu saat ditemui pasca menghadiri acara China Conference Southeast Asia 2026 di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026.

Pandu menekankan bila porsi pendanaan itu hanya dihitung dari bagian ekuitas, dan bukan dari total pendanaan proyek. Sehingga, kontribusi pendanaan Danantara tidak mendominasi pembiayaan proyek.

Baca juga: Masuk BEI, Danantara Dinilai Bisa Jadi Market Balancer 

“Bukan dari total pendanaan. Jadi, kalau nanti financing pun kita akan buka. Bukan berarti semuanya Himbara, kita ingin semua bank ikut kok. Jadi, ini penting,” imbuh Pandu.

Ia juga menegaskan skema ini berlaku untuk para calon mitra bisnis WtE yang sedang mengikuti proses lelang. Para mitra bisnis nantinya bebas untuk membawa masuk pendanaan terhadap proyek WtE.

“Itu kan kita buka, jadi terserah mereka nanti mau bawa siapapun financing. Pasti financing yang terbaik buat proyek itu. Setiap proyek mungkin agak beda-beda dikit kan, yang penting siapa yang bawa proyek itu dan bisa dari bank manapun,” tandas Pandu. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

WFH BGN Tak Berlaku untuk Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan

Poin Penting Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan skema kerja hybrid (WFH-WFO) 50% untuk unit yang… Read More

7 hours ago

Kasus Kredit Sritex-Bank DKI, Ahli: Kredit Macet Bukan Selalu Pidana

Poin Penting Zulkarnain Sitompul menegaskan kredit macet tidak otomatis menjadi tindak pidana, melainkan bagian dari… Read More

8 hours ago

Kadin Minta Dunia Usaha Perkuat Kepatuhan Seiring Berlaku KUHP Baru

Poin Penting Kadin mendorong dunia usaha meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi seiring pemberlakuan KUHP baru Perusahaan… Read More

9 hours ago

Bank Mantap dan UGM Kolaborasi, Integrasi Layanan hingga Program Persiapan Pensiun

Poin Penting PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi mengintegrasikan… Read More

10 hours ago

BTN Soroti Data Backlog Perumahan, Tanpa Basis Jelas Sulit Tepat Sasaran

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menilai data backlog perumahan masih belum akurat… Read More

10 hours ago

BTN Resmikan Ecopark Dago dan 3 Cabang Baru, Genjot Efisiensi Layanan

Poin Penting BTN meresmikan Ecopark Dago sebagai pusat pelatihan SDM berbasis konsep modern dan ramah… Read More

11 hours ago