Headline

Masuk Fase Konsolidasi, Ini Rekomendasi Saham Dari Analis

Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan tertahan di fase konsolidasi minor, akibat minimnya sentimen positif yang menghampiri bursa saham domestik.

“Laju IHSG menjelang pergantian bulan masih menunjukkan pola pergerakan yang terkonsolidasi,” kata analis PT Indosurya Mandiri Sekuritas, William Suryawijaya di Jakarta, Rabu, 31 Mei 2017.

Namun demikian, jelas William, kemampuan IHSG untuk mencetak rekor baru masih terlihat cukup besar, meski belum akan terjadi dalam kurun jangka pendek.

Selain itu, pergerakan IHSG yang saat ini memiliki support di level 5.672 akan dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas. William menegaskan, pada transaksi hari ini laju IHSG berpeluang untuk bergerak menguat menuju target resisten terdekat di level 5.797.

Dengan kondisi tersebut menurut William, dirinya merekomendasikan beberapa saham untuk para pelaku pasar saham diantaranya ICBP, UNVR, PGAS, KLBF, INDF, PWON, EXCL, TLKM dan GGRM.

Hal serupa juga disampaikan analis PT Binaartha Parama Sekuritas, Reza Priyambada. Menurutnya pelemahan bursa saham global dan tren depresiasi rupiah terhadap dollar AS diperkirkan akan kembali menekan laju IHSG pada perdagangan hari ini.

Ia mengatakan pada transaksi kemarin pelemahan IHSG kembali terjadi seiring belum pulihnya mood para pelaku pasar untuk melakukan aksi beli sejak awal Ramadhan.

“Pelaku pasar cenderung menghindar dan sesekali memanfaatkan momentum penguatan di saham-saham tertentu untuk melakukan aksi ambil untung,” kata Reza di Jakarta, Rabu, 31 Mei 2017.

Dia mengungkapkan, pola penurunan laju IHSG dipengaruhi oleh tren depresiasi rupiah dan pelemahan bursa saham global.

Dengan demikian, kata dia, adanya potensi pelemahan lanjutan pada IHSG di perdagangan hari ini patut disikapi para pelaku pasar dengan mengakumulasi saham ICBP, WIKA, UNVR, GGRM, BMRI dan TLKM. (*)

Dwitya Putra

Recent Posts

KB Bank (BBKP) Balik Laba Rp66,59 Miliar di 2025, Ini Penopangnya

Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More

4 hours ago

Bank Mandiri Terbitkan Global Bond Pertama di Asia Tenggara Senilai USD750 Juta

Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More

5 hours ago

Rancangan Reformasi Pasar Modal Rampung, OJK Segera Temui Pimpinan MSCI

Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More

6 hours ago

RI Raup Rp575 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan, Ini Hasil Kunjungan Prabowo

Poin Penting Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan komitmen bisnis Rp575… Read More

6 hours ago

AAUI: Implementasi PSAK 117 Masih jadi PR Industri Asuransi Umum

Poin Penting AAUI menyebut PSAK 117 masih jadi tantangan bagi industri asuransi umum. Kendala utama… Read More

6 hours ago

OJK Denda 233 Pelaku Pasar Modal di Kuartal I 2026, Capai Rp96 Miliar

Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan menjatuhkan denda Rp96,33 miliar kepada 233 pelaku pasar modal pada… Read More

6 hours ago