Ekonomi dan Bisnis

Masuk Ekosistem Blibli Tiket, Ranch Market Terus Ekspansi Toko Offline

Jakarta – Jaringan retail modern, Ranch Market telah masuk dalam ekosistem Blibli Tiket untuk memenuhui kebutuhan masyarakat Indonesia, baik secara daring maupun luring. Selain Blibli dan Ranch Market, ekosistem layananan terintegrasi ini juga melibatkan Tiket.com

CEO Ranch Market Johartono Susilo menegaskan, melalui ekosistem Blibli yang telah terbentuk itu, pihaknya akan terus melakukan ekspansi demi memudahkan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Pria yang akrab disapa Jo ini, menuturkan telah merancang pembukaan cabang offline di berbagai kota lainnya selain Jakarta.

Jo paparkan, kepuasan berbelanja tak cukup hanya dipenuhi melalui kanal digital. Kepuasan berbelanja juga membutuhkan kehadiran fisik, agar semua panca indra konsumen bisa ikut menikmati pengalaman berbelanja. Di samping, para konsumen ingin merasakan feeling touch atau keramahan dari para pegawai toko.

Baca juga: Bangun Layanan Terintegrasi, Blibli Tiket Penuhi 90 Persen Kebutuhan Masyarakat RI

“Sehingga kita berkomitmen untuk turut membuka toko-toko offline. Toko-toko offline kita apa aja sih. Nah, per Juni 2024, ekosistem ini sudah memiliki 185 toko fisik elektronik konsumen misalnya Samsung, lalu ada juga yang multibrand seperti toko Blibli dan tukar tambahnya,” terangnya dalam acara “Kenal Lebih Dekat Ekosistem Blibli Tiket” di Jakarta, Senin, 22 Juli 2024.

Kemudian, ada pula 62 gerai supermarket premium, di antaranya Ranch Market, Farmers Market, The Gourmet, Pasarina, Day2Day, dan Farmers Family, yang semuanya berada di bawah naungan Ranch Market. Tak cukup sampai di situ, Jo sebutkan lagi bila jaringan Ranch Market juga memiliki 30 toko Dekoruma (Dekoruma Experience Center) yang adalah toko furnitur.

“Jadi, ini semua adalah offline kita. Dan kita tentu ingin semua online dan offline ini terus bertumbuh supaya ekosistem ini menjadi lebih baik. Nah, jaringan retail offline yang luas ini bukan hanya untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, tapi juga untuk memberikan pengalaman yang lebih superior dan bernilai tambah bagi para pelanggan kita,” sebut Jo.

Ia pun mengharapkan, dengan adanya empat enterprise (Blibli, Tiket, Ranch, dan Dekoruma) dalam ekosistem, pihaknya bisa meningkatkan atensi konsumen melalui penciptaan value oriented, memudahkan hidup konsumen melalui jasa perdagangan produk segar, serta cross selling antar platform melalui berbagai program menarik dalam platform.

“Contohnya melalui program Loyalitas Terpadu kepada seluruh pelanggan dalam ekosistem. Misalnya, bisa mendapatkan poin di Tiket atau Blibli, dan bisa memakai poinnya itu untuk berbelanja di toko Ranch atau Farmers serta sebagainya,” tukasnya

Sementara, Kusumo Martanto selaku Chief Executive Officer (CEO) dan Co-Founder Blibli menyatakan bahwa ketiga perusahaan (Blibli, Tiket.com, dan Ranch Market) itu saling berintegrasi telah memenuhi 90 persen kebutuhan masyarakat Indonesia melalui kanal daring maupun luring. Kusumo menjelaskan, ekosistem itu dibentuk berlandaskan visi jangka panjang untuk menjadi ekosistem perdagangan dan lifestyle.

“Yang jadi pilihan. Soalnya kalau kita jadi ekosistem tapi tak jadi pilihan, kan kurang oke ya. Dari situ, kita merasa dengan ekosistem ini kita bisa jadi lebih (efisien dan komprehensif dalam pelayanan) antara Blibli, Tiket, dan Ranch,” ujar Kusumo.

Ketiga perusahaan itu menjadi satu dalam ekosistem yang ada melalui format omnichannel demi memudahkan hidup masyarakat Indonesia dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

Baca juga: Warga RI Doyan Belanja Online, Transaksi Tembus   Rp347 Triliun Selama 2023

Menurutnya, Indonesia sebagai negara besar memiliki populasi masyarakat muda yang besar, serta bertumbuh pula ekonominya. Selain menyukai aktivitas belanja atau shopping, orang-orang muda di Indonesia juga menyukai experience. Oleh karenanya, gabungan ketiga enterprise itu melalui format omnichannel bisa mengintegrasikan pengalaman yang dibutuhkan konsumen.

“Yang penting buat kita adalah konsumennya. Konsumennya butuhnya apa sih, sukanya apa sih, makanya kita melihat pentingnya ini kita bertiga bersatu, kita integrasikan agar kita bisa berikan lebih baik lagi bagi pelanggan kita. Dan tentunya kita harus sustainable, bisa berikan nilai tambah ke konsumen, business partner, dan semua stakeholder yang ada,” jelasnya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Recent Posts

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

2 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

2 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

3 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

7 hours ago

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

16 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

16 hours ago