Bursa; IPO Mitra Komunikasi Nusantara . (Foto: Erman)
Jakarta – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk resmi melantai dibursa sebagai emiten ke 14 yang tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang bergerak di bidang penjualan smartphone, gadget serta voucher isi ulang pulsa ini dicatatkan dengan kode emiten MKNT.
Direktur Utama BEI, Tito Sulistio berpesan, masuknya Mitra Komunikasi Nusantara sebagai perusahaan terbuka diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat. “Selalu ada keterbukaan transaparansi dan kejujuran,” kata Tito di BEI Jakarta, Senin, 26 Oktober 2015.
Berdasarkan pantauan, saat dicatatkan, saham perseroan naik 50% atau Rp100 dari harga penawaran Rp200 per saham. Adapun jumlah saham yang ditawarkan sebanyak 200 juta saham. Dana aksi korporasi ini rencananya sebanyak 70% akan digunakan untuk modal kerja yakni memperluas dan menambah jaringan distribusi ke pelosok Indonesia. Kemudian sebanyak 30% untuk membayar sebagian pinjaman utang perbankan.
Perseroan sendiri telah menunjuk PT Minna Padi Investama sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Setelah penawaran, komposisi saham perseroan menjadi 80% PT Media Komunikasi Nusantara Korporindo Tbk dan publik sebanyak 20%.
Sekedar informasi, Mitra Komunikasi Nusantara terbentuk pada tahun 2008 sebagai perusahaan yang bergerak dalam perdagangan umum terutama seluler, gadget, dan voucher isi ulang. Perseroan merupakan agen tunggal perangkat elektronik dengan merk Cyrus serta importir dan wholseler untuk produk Cyrus. Perseroan memiliki kerjasama dengan operator telekomunikasi dalam distribusi voucher isi ulang dengan produk ponsel perseroan maupun dijual retail langsung kepada pengguna. Adapun operator tersebut yakni PT Telksomsel Indonesia, PT Indosat, PT XL Axiata, PT Telkom Indonesia, PT Hutchison 3 Indonesia. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More